Jokowi: Masuk 2019 Pembangunan SDM Besar-besaran

Jokowi: Masuk 2019 Pembangunan SDM Besar-besaran
Presiden Jokowi. Foto: Fedrik Tarigan/dok.JPNN.com

jpnn.com, BEKASI - Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri menjalankan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran.

Hal ini disampaikan Jokowi saat penyerahan sertifikat uji kompetensi kepada peserta program pemagangan 2017 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12).

Dia menyampaikan bahwa pada 2040 mendatang Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif diperkirakan 195 juta orang.

Hal itu bisa menjadi kekuatan besar bila dipersiapkan SDM-nya sejak sekarang melalui program uji kompetensi.

Karena itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini telah memerintahkan kepada Menaker Hanif untuk menambah jumlah peserta uji kompetensi tersebut setiap tahunnya.

"Kalau tahun ini hanya 56 ribu, saya minta dirancang yang betul nanti tahun 2019 paling tidak minimal 1,4 juta harus, urusan ini harus dikerjakan. Infrastruktur mulai berkurang, kita masuk ke pembangunan SDM secara besar-besaran," ucap Jokowi.

Dia mengakui untuk membangun SDM dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun hal itu harus dilakukan karena akan menjadi kekuatan bangsa untuk berkompetisi dengan negara lain.

"Kalau hanya 56 ribu kapan kita bisa meng-upgrade SDM kita," tambah Kepala Negara.

Pada kesempatan itu Menaker Hanif menyampaikan bahwa pada 2018 mendatang, kementeriannya menargetkan program pemagangan akan diikuti oleh 400.000 peserta.(fat/jpnn)

Presiden Jokowi mengatakan, memasuki 2019 pembangunan infrastruktur akan mulai berkurang, diganti pembangunan SDM besar-besaran.