Jokowi Mau Datang, Gunungkidul Mencekam, Endah: Seperti Mau Perang

Jokowi Mau Datang, Gunungkidul Mencekam, Endah: Seperti Mau Perang
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Ricardo/JPNN

Dia kemudian mengatakan perjalanan Jokowi dari Yogyakarta sampai Gunungkidul sangat panjang, sedangkan di sisi lain bendera parpol berkelir merah yang sudah terpasang mencapai tiga ribu.

Kepada Endah, Paspampres mengaku tidak bisa menurunkan semua bendera PDI Perjuangan yang mencapai ribuan.

"Mereka menyampaikan kami tidak bisa menurunkan, Bu, karena yang pasang bukan saya jadi Ibu yang harus turunkan," katanya.

Endah merespons pernyataan Paspampres dengan tidak mau menurunkan bendera PDI Perjuangan karena hal itu bukan sesuai etika.

"Saya jawab mohon maaf di dalam adabnya PDI Perjuangan, bendera yang sudah kami kibarkan pantang untuk diturunkan dan seandainya diturunkan diam-diam, kami akan mencari orang itu," kata Endah.

Dia kecewa dengan keinginan Paspampres yang mau menurunkan bendera PDI Perjuangan, dan membandingkan nasib alat peraga dari partai lain seperti PSI dan Gerindra.

"Kenapa bendera PSI bahkan sampai jam setengah tiga pagi ada. Kok, mereka tidak dilarang. Saya bilang begitu, kenapa ada bendera Gerindra juga dipasang di lokasinya presiden tidak dilarang," ujarnya.

Hasto mengatakan langkah Endah yang berani bersikap menentang penurunan bendera menjadi pertanda kekuatan rakyat mulai bangkit.

Simak penuturan Bu Endah tentang suasana di Gunungkidul menjelang kedatangan Pak Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News