JPNN.com

Jurus Menteri Teten Gandeng Facebook demi Percepat Digitalisasi UMKM

Kamis, 30 Juli 2020 – 12:33 WIB
Jurus Menteri Teten Gandeng Facebook demi Percepat Digitalisasi UMKM - JPNN.com
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) bersama Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari (kanan) dan Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Leonard Theosabrata (kiri) di Jakarta, Rabu (30/7). Foto: Kemenkop UKM

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM menerapkan berbagai jurus kekinian demi memberdayakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu jurus itu adalah menggandeng Facebook Indonesia yang meliputi Facebook, Instagram dan WhatsApp.

"Masih banyak pelaku UMKM yang belum berjualan di marketplace yang ada. Oleh karena itu, dengan kerja sama ini, kami akan mendorong UMKM berjualan di media sosial di Facebook, Instagram, dan Whatsapp", ujar MenkopUKM Teten Masduki kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/7).

Teten menjelaskan, langkah itu dilakukan karena tren market ke depan mengarah ke akselerasi digitalisasi. "Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan saluran digital media sosial untuk memperluas akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri", jelas Teten.

Selain itu, menurut Teten, digitalisasi akan memudahkan UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dengan lebih mudah. "Transaksi perdagangan UMKM akan terekam dengan baik, sehingga bisa tergambar kinerja bisnisnya secara lebih transparan", ujar MenkopUKM.

Dengan digitalisasi pula business process pelaku UMKM tergambar lebih akuntable. "Sehingga mereka bisa mendapat nilai investasi yang lebih besar lagi,” ucap Teten.

Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Leonard Theosabrata mengatakan bahwa pihaknya sebagai pengelola Smesco Indonesia sudah bekerja sama dengan Facebook Indonesia dalam pelatihan-pelatihan. 

"Arah dari kerja sama pelatihan itu adalah agar pelaku UMKM menjual produknya di berbagai marketplace untuk lebih meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkannya,” ucap Leonard.

Hanya saja, Leonard menegaskan bahwa perlakuan bagi setiap pelaku UMKM tidak sama. "Kami tidak bisa menyamakan perlakuan, karena antara usaha mikro, kecil dan menengah sangat berbeda. Baik dari sisi skala usahanya maupun hal-hal lainnya", kata Leonard.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara