JPNN.com

Kabar Anyar dari Menteri Suharso soal Titik Nol Ibu Kota Baru RI

Rabu, 26 Februari 2020 – 21:50 WIB Kabar Anyar dari Menteri Suharso soal Titik Nol Ibu Kota Baru RI - JPNN.com
Suharso Monoarfa. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berencana segera memutuskan titik nol untuk ibu kota baru RI di Kalimantan Timur. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Manoarfa mengungkapkan, titik nol itu akan menjadi lokasi awal pembangunan ibu kita baru RI.

"Master plan (rencana induk) yang diharapkan selesai pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol ibu kota negara. Mudah-mudahan soft groundbreaking bisa dilakukan tahun ini," kata Suharso di Kantor Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/2).

Suharso menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi). Topik dalam rapat terbatas itu adalah Lanjutan Pembahasan Perpindahan Ibu Kota Negara.

Presiden Jokowi dalam rapat itu menyampaikan bahwa Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota baru akan diserahkan ke DPR seusai masa reses pada Maret 2020. Menurut Suharso, melalui soft groundbreaking itu maka pemerintah akan membangun infrastruktur dasar terlebih dahulu di lokasi ibu kota baru RI.

“Kita akan membangun infrastruktur dasar untuk memulai pembangunan ibu kota negara yang diperlukan seperti jalan, tetapi belum ada titik nol. Kalau sudah di titik nol namanya ground breaking," ungkap Suharso.

Jika tak ada aral, groundbreaking akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal 2021. Suharso menambahkan, pemerintah juga akan membuat estimasi tentang jumlah penduduk yang akan tinggal di ibu kota baru RI nanti.

“Hal ini tergantung daya tarik ibu kota negara yang akan datang. Pusat-pusat daya tarik baru perlu dikembangkan termasuk klaster pendidikan, kesehatan maupun hiburan. Misalnya, apakah kita bisa menempatkan universitas terbaik di dunia atau Indonesia di sana, atau apakah kita bisa mengajak investasi rumah sakit di sana sehingga bisa menjadi magnet untuk menarik para penduduk yang tinggal di sana," papar Suharso.

Namun, kata Suharso, hal terpenting adalah adanya jaminan untuk membuka 3 juta lapangan kerja. “Tiga jutaan lapangan pekerjaan baru dengan orientasi di sektor ramah lingkungan dan sesuai dengan jalannya SDGs (Sustainable Development Goals, red), bagaimana membangun kota ini sustain (berkelanjutan) dan terpelihara dan memenuhi kriteria lingkungan hidup," paparnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...