JPNN.com

Kabar Pagi, Harga Minyak Dunia Jatuh Lagi

Selasa, 07 April 2020 – 07:38 WIB Kabar Pagi, Harga Minyak Dunia Jatuh Lagi - JPNN.com
Ilustrasi minyak dunia. Foto: pixabay

jpnn.com - Harga minyak jatuh lagi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 2,26 dolar AS atau 8,0 persen menjadi menetap pada 26,08 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 1,06 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi 33,05 dolar AS per barel.

Penurunan terjadi bahkan setelah Kirill Dmitriev, CEO Dana Investasi Langsung Rusia, dana kekayaan negara yang mengelola 10 miliar dolar AS, mengatakan pada Senin (6/4/2020) bahwa Rusia dan Arab Saudi "sangat dekat" dengan kesepakatan pengurangan produksi minyak.

"Saya pikir seluruh pasar memahami bahwa kesepakatan ini penting dan akan membawa banyak stabilitas, stabilitas yang sangat penting bagi pasar, dan kami sangat dekat," kata Dmitriev dalam wawancara daring dengan CNBC.

Harga minyak AS turun lebih besar daripada patokan global Brent, setelah laporan dari penyedia data Genscape menunjukkan, bahwa persediaan di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, naik sekitar 5,8 juta barel pekan lalu, kata para pedagang seperti dikutip Reuters.

Jika angka-angka itu dicocokkan dengan data resmi Badan Informasi Energi AS pada Rabu (8/4), itu akan menjadi peningkatan stok mingguan kelima berturut-turut di pusat penyimpanan dan peningkatan mingguan terbesar pada catatan sejak 2004.

"Tangki penyimpanan global akan terus terisi dan begitu kapasitas penyimpanan tercapai, harga minyak bisa jatuh bebas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. "OPEC+ mungkin memiliki beberapa bulan sebelum kapasitas penyimpanan global tercapai, sehingga pengurangan produksi harus terjadi tidak peduli apapun."

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, diperkirakan akan mengadakan konferensi video pada Kamis (9/4), untuk membahas pengurangan produksi minyak.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ridha