Senin, 20 Mei 2019 – 03:26 WIB

Kabut Tebal Muncul di Pelalawan Bukan Disebabkan Karhutla

Jumat, 12 April 2019 – 23:38 WIB
Kabut Tebal Muncul di Pelalawan Bukan Disebabkan Karhutla - JPNN.COM

jpnn.com, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap yang muncul di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, cukup tebal, Kamis (11/4). Jarak pandang mendatar hanya sekitar 500 meter.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Pelalawan, memastikan bahwa kabut asap tersebut bukan karena adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang baru.

"Ya, memang kabut tebal mulai terlihat menyelimuti sejumlah daerah di Kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Pangkalan Kerinci. Tentunya kondisi ini telah berdampak menyebabkan terganggungnya jarak pandang. Di mana berdasarkan data dari BMKG Riau, jarak pandang di Kabupaten Pelalawan hanya 500 meter," terang Kepala BPBD Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi kepada Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (11/4).

Diungkapkan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Pelalawan ini, bahwa pihaknya memastikan kabut tersebut bukan berasal dari asap, tapi disebabkan akibat dampak terjadi penguapan uap air sehingga menyebabkan terjadinya kabut tebal dan mengganggu jarak pandang.

Pasalnya, jika kabut tersebut bersumber dari asap, maka tentunya kabut tersebut akan tetap bertahan. Dan kabut tebal ini muncul pada pagi hari yakni pada pukul 06.00 wib hingga pukul 08.00 wib. Sedangkan pada pukul 09.00 wib atau tepatnya saat matahari terbit, maka kabut ini pun menghilang.

"Jadi, pada Rabu (10/4) malam lalu, hampir seluruh daerah di Kabupaten Pelalawan ini diguyur hujan lebat. Sehingga dampak dari turunnya hujan itu menyebabkan terjadinya penguapan uap air yang mengakibatkan udara kabur atau berkabut. Artinya, kabut ini terjadi hanya sesaat, karena jika matahari muncul kabut ini pun hilang dan kondisi cuaca pun menjadi cerah," ujar mantan Kepala Satpol PP Pelalawan ini seraya menyebutkan pihaknya komit dalam melakukan antisipasi dan penanggulangan karhutla.

Sementara itu, pantauan Riau Pos di jalan Sultan Syarif Hasyim kecamatan Pangkalan Kerinci, kabut tebal tampak terlihat muncul pada pagi hari pada pukul 06.00 wib hingga pukul 08.00 wib. Sedangkan jarak pandang antara 500 meter hingga 1 km. Namun menjelang siang, kondisi cuaca kembali cerah dan normal karena kabut tebal telah hilang.

"Ya, memang pagi tadi saat saya hendak berangkat kerja menuju kantor di komplek Bhakti Praja menggunakan sepeda motor , terlihat adanya kabut tebal yang sangat menggangu jarak pandang. Apalagi kabutnya dibarengi uap air, sampai basah kaca helm saya dibuatnya. Tapi alhamdulillah, menjelang siang kabutnya hilang. Untuk itu, kita berharap agar kabut ini bukan dampak dari terjadinya Karhutla, sehingga tidak menggangu masyarakat dalam jangka waktu yang panjang," tutup Leman salah seorang pegawai honor di Dinas Pendidikan Pelalawan ini. (amn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar