Kaji Penambahan Jam Pelajaran Agama

Kaji Penambahan Jam Pelajaran Agama
Kaji Penambahan Jam Pelajaran Agama
Menurut Djemari menjelaskan, selama ini pihaknya melakukan survey sebelum memutuskan penambahan jam. Survey ini dilakukan dengan membandingkan di negara lain. Ia menambahkan, saat ini perbandingan Indonesia yang pendidikannya setara adalah di Brunei Darussalam dan Malaysia. "Kondisi yang ada, jam pelajaran mereka lebih sedikit," terang Djemari. Dengan kondisi tersebut, ia menjelaskan sebaiknya efektivitas pembelajaran lebih diutamakan dulu.

Selain survey ke luar negeri, BSNP juga bakal melakukan survey ke beberapa siswa. Ini menyangkut aspek-aspek daya serap siswa. Diantaranya adalah, untuk mengetahui apakah siswa tidak kelelahan menerima materi pendidikan agama empat jam pelajaran dalam satu pekan. Selain itu juga melakukan penetuan jam pelajaran yang bakal dikurangi, sebagai konsekwensi penambahan jam pelajaran pendidikan agama.

Djemari menjelaskan, di tengah bergulirnya otonomi daerah, juga semakin menambah santer usulan penambahan tersebut. Dia tidak mempermasalahkan usulan tersebut. "Itu wewenang daerah yang diatur dalam otonomi," katanya. Namun, Djemari menegaskan harus benar-benar bisa dipastikan kualitas penyerapan pendidikan agama bisa meningkat setalah ada penambahan jam pelajaran. (wan)


JAKARTA - Usulan penambahan jam pelajaran agama di sekolah umum terus menggelinding. Rencananya, jam agama yang sekarang berdurasi dua jam pelajaran


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News