Kalau Diserang Terus, Niat Risma ke Jakarta Makin Besar

Kalau Diserang Terus, Niat Risma ke Jakarta Makin Besar
Tri Rismaharini. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tensi Pilkada DKI Jakarta akan semakin tinggi jika melihat tabiat Basuki Tjahaja Purnama dan Tri Rismaharini yang sudah mulai saling serang.

"Kalau melihat tabiat dua-duanya makin kencang dan ramai," kata Hendri di diskusi bertajuk Tensi Tinggi Pilkada DKI di Jakarta, Sabtu (13/8).

Ia mengatakan, kritik Ahok ke Risma merupakan salah satu upaya sang petahana meminimalisir pesaingnya. Menurut dia, cara Ahok yang terus melancarkan tensi tinggi bisa jadi membuat Risma akan tetap berada di Surabaya.

Namun, ia menilai, dari sisi pesan komunikasi politik, kritik Ahok ke Risma kemarin salah.

"Karena yang diserang adalah warga Surabaya, akhirnya Risma menjawab. Kalau diserang lebih besar, ini menambah kuat niat Risma masuk ke Jakarta," tambahnya.

Ia mengatakan, siapa pun yang masuk ke Jakarta tidak bisa bersikap kalem. Dia mencontohkan, Joko Widodo saat menjadi Cagub DKI Jakarta juga keras.  "Ahok bukan Jokowi, kalau Ahok marah, tapi Jokowi dengan tindakan," katanya.

Seperti diketahui, Risma bereaksi keras atas kritikan Ahok yang membandingkan Surabaya cuma seluas Jakarta Selatan. (boy/jpnn)

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tensi Pilkada DKI Jakarta akan semakin tinggi jika melihat tabiat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News