Kalla: Penyatuan Zona Waktu Ngawur

Kalla: Penyatuan Zona Waktu Ngawur
Kalla: Penyatuan Zona Waktu Ngawur
"Kalau alasannya produktivitas, apakah Amerika dan Australia yang punya banyak zona waktu tidak lebih produktif dibandingkan kita? Kalau alasan penyatuan zona waktu itu produktivitas, itu ngawur," ketusnya.

Jika menginginkan produktivitas pasar modal meningkat, Kalla menyarankan agar jam pembukaan perdagangan dimajukan sejam, dari jam 09.00 menjadi jam 08.00, sehingga sama dengan jam pembukaan perdagangan di Singapura dan Hongkong. "Jangan pasar modal yang 70 persennya investor asing itu menjajah 200 juta orang Indonesia. Majukan jam pembukaan sejam, sehingga orang bursa harus bangun lebih pagi," tukasnya. (noe)

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai rencana pemerintah menyatukan zona waktu sebagai langkah keliru. Ketua Umum Palang Merah Indonesia


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News