Kapolda Minta Warga Donggala Tidak Terprovokasi

Terkait Bentrok Warga di Kecamatan Balaesang Tanjung

Kapolda Minta Warga Donggala Tidak Terprovokasi
Kapolda Minta Warga Donggala Tidak Terprovokasi
Disinggung tentang lambannya, pihak kepolisian turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bentrokan di Kecamatan Balaesang, Selasa (17/7) lalu, DewaParsana mengaku, kondisi geografis desa tersebut, yang terbilang jauh dari kantor polisi terdekat, menyebabkan pihaknya terkesan lambat tiba di lokasi bentrok warga.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno, mengaku kondisi terakhir di Kecamatan Balaesang Tanjung telah berhasil dikendalikan personel Polres Donggala, dipimpin langsung Kapolres Donggala. Sebanyak 86 personel kepolisian telah ditempatkan di desa tersebut guna menghalau aksi lanjutan. “Yang diturunkan merupakan personel gabungan dari Polsek Balaesang, Intel, Reskrim dan Sabhara Polres Donggala,” sebut Soemarno.

Terkait informasi yang menyebutkan pada Rabu kemarin, lima orang warga di Desa Kamonji, Kecamatan Balaesang Tanjung terkena peluru petugas, Soemarno, mengaku, belum mendapat kepastian dari informasi tersebut. “Info itu belum kami terima. Kapolres beberapa kali saya telpon tapi belum tersambung,”  tandasnya. (agg)

PALU – Masyarakat di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala diminta tidak mudah terprovokasi, menyusul terjadinya bentrok antar warga


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News