Karadzic Merasa Tak Dapat Keadilan

Karadzic Merasa Tak Dapat Keadilan
Radovan Karadzic digiring menuju ruang persidangan. Foto: AFP
AMSTERDAM – Jagal Bosnia Radovan Karadzic menjalani hearing pertamanya di Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag, Belanda. Dalam penampilan pertamanya di hadapan hakim dan panel juri, pria 63 tahun itu mengeluhkan pandangan dan penilaian tidak adil dunia internasional terhadap dirinya.

Karadzic menyalahkan media atas munculnya pandangan negatif masyarakat terhadapnya. Karena itu, dia pun sanksi pengadilan kriminal PBB tersebut akan menempatkannya sebagai terdakwa yang mungkin saja tidak bersalah. ”Semuanya berawal dari sihir media muslim yang sejak sebelum konflik bersenjata terjadi sudah menyebut saya kriminal perang,” keluh buron yang menyamar sebagai tabib dengan nama Dragan Dabic selama hampir 13 tahun terakhir itu.

Parahnya, lanjut dia, julukan kriminal perang itu semakin dilestarikan media internasional. ”Maka, sangat sulit dibayangkan bahwa orang-orang yang hadir dalam persidangan ini akan membebaskan saya dari dakwaan,” lanjut Karadzic. Mantan presiden Republik Sprska itu menyatakan, pandangan negatif terhadap dirinya itu akan membuat persidangan berjalan tidak adil.

Dalam sidang pertamanya, Karadzic dikenai 11 dakwaan. Termasuk dakwaan keterlibatannya dalam genosida muslim Bosnia semasa Perang Bosnia. Bersikeras mewakili dirinya sendiri sebagai pembela, Karadzic sama sekali tidak mengomentari dakwaan yang dibacakan. Dia menolak memasukkan pembelaannya dan meminta lebih banyak waktu untuk mempelajari 11 dakwaan etrsebut.

Namun, dalam persidangan, Karadzic berkali-kali mencatut nama mediator perdamaian asal Amerika Serikat (AS) Richard Holbrooke sebagai penjaminnya. Menurut dia, pria tersebut menawarkan kekebalan hukum kepadanya asal bersedia menghilang dari publik selamanya. Tawaran itu, kata Karadzic, disampaikan pada 1996.

”Dia juga menawarkan hal yang sama kepada Jenderal Ratko Mladic. Tapi, karena sadar tidak bisa menyetir hakim (ICTY), dia lantas berbalik menyerang kami,” paparnya.     Tentu saja, pernyataan Karadzic itu dibantah keras Holbrooke. ”Memberikan tawaran semacam itu merupakan hal yang sangat tidak bermoral dan tidak etis. Jelas saya tidak pernah melakukannya,” tepisnya dalam wawancara dengan Reuters di Washington Kamis waktu setempat (kemarin WIB). Menurut rencana, sidang kasus genosida dan kejahatan perang Karadzic akan dilanjutkan pada 29 Agustus mendatang. (AP/AFP/Rtr/BBC/hep)

AMSTERDAM – Jagal Bosnia Radovan Karadzic menjalani hearing pertamanya di Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News