Kardinal Prancis Akui Pelecehan Seksual 35 Tahun Lalu, Berhenti Dari Pelayanan Gereja

Kardinal Prancis Akui Pelecehan Seksual 35 Tahun Lalu, Berhenti Dari Pelayanan Gereja
Kardinal Jean-Pierre Ricard mengatakan memohon maaf kepada semua orang yang telah disakitinya. (AP: Andrew Medichini, file)

Kardinal Ricard mengatakan dia sudah berbicara dengan korban dan meminta maaf tanpa menyebutkan kapan hal tersebut dilakukan.

Dalam pernyataan tersebut, Kardinal juga memohon maaf terhadap "semua yang telah disakitinya" namun tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Di saat Gereja Katolik Prancis mulai memberikan kompensasi kepada korban pelecehan seksual, Kardinal Ricard memutuskan bahwa dia tidak bisa berdiam diri lagi mengenai situasi yang dihadapinya.

Dia juga mengatakan bersedia diperiksa oleh pihak gereja mau pun pihak berwenang dalam masalah hukum.

Laporan yang dikeluarkan tahun lalu oleh komisi independen memperkirakan lebih dari 330 ribu anak-anak mendapatkan pelecehan seksual selama masa 70 tahun yang dilakukan pastor maupun petugas gereja lainnya di Prancis.

Angka itu meliputi sekitar 216 ribu orang yang dilecehkan oleh pastor dan pemuka gereja lain, dan sisanya oleh petugas gereja lain.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari laporan ABC News


Salah satu petinggi gereja Katolik di Prancis telah mengundurkan diri dari tugas-tugas keagamaan setelah mengakui melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja putri 35 tahun lalu


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News