Kasihan, Ibu dan Anaknya Dicabuli Putra Pengasuh Pondok

Kasihan, Ibu dan Anaknya Dicabuli Putra Pengasuh Pondok
SF (berkerudung biru) bersama anaknya saat melapor ke Mapolres Jember, Selasa (21/2). SF dan putrinya, Erf mengaku menjadi korban ulah cabul putra pemilik pondok pesantren. Foto: Jumai/Jawa Pos Radar Jember

jpnn.com - jpnn.com - Seorang ibu berinisial SF (29), warga Desa Kencong di Kecamatan Kencong, Jember mendatangi markas kepolisian resor (Mapolres) setempat, Selasa (21/2).

SF bersama anaknya Erf (9) melaporkan AH alias Tpn (27) yang tak lain masih tetangga sendiri. SF merasa telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan Tpn. Bukan hanya SF, anaknya juga menjadi korban ulah Tpn.

SF menuturkan, Tpn adalah anak seorang pengasuh salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kencong. “Dia (Tpn, Red) anak pengasuh ponpes. Awalnya kelakuannya saya kira baik, ternyata kayak gitu,” ungkap SF kepada sejumlah wartawan.

Peristiwanya bermula saat Tpn menumpang istirahat di rumah SF. Kebetulan pondok pesantren tempat tinggal Tpn tak jauh dari rumah SF.

“Tpn numpang istirahat di rumah, dengan alasan di pondok katanya bising,” jelas SF.

Karena tidak curiga, SF pun mengizinkan Tpn menumpang istirahat. Bahkan suami SF juga tidak keberatan Tpn beristirahat dan tidur di rumahnya itu.

Namun beberapa hari kemudian, Tpn mulai genit. “Dia sempat bilang suka ke saya, tapi tidak saya tanggapi. Selain saya memang tidak suka, saya juga sudah punya suami,” kata SF.

Namun entah kenapa, lanjut SF, setelah kejadian itu dia merasa mulai suka dengan Tpn. “Saya kayak di-lintrik (guna-guna, red) gitu,” sambungnya.

Seorang ibu berinisial SF (29), warga Desa Kencong di Kecamatan Kencong, Jember mendatangi markas kepolisian resor (Mapolres) setempat, Selasa (21/2).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News