Kasihan, Ibu dan Anaknya Dicabuli Putra Pengasuh Pondok

Kasihan, Ibu dan Anaknya Dicabuli Putra Pengasuh Pondok
SF (berkerudung biru) bersama anaknya saat melapor ke Mapolres Jember, Selasa (21/2). SF dan putrinya, Erf mengaku menjadi korban ulah cabul putra pemilik pondok pesantren. Foto: Jumai/Jawa Pos Radar Jember

Sekitar tanggal 27 November 2016, tepatnya saat malam hari, Tpn kembali menumpang istirahat di rumah SF. Kebetulan suami SF sedang tidak di rumah karena sedang bekerja.

Saat itulah SF mengaku ditarik ke dalam kamar oleh Tpn. Meski sudah menolak dan berontak, pada akhirnya Tpn tetap memperkosanya. “Dua kali saya digitukan (perkosa, red),” tegas SF.

Keesokan harinya, Tpn kembali datang ke rumah SF. Saat itu, Tpn meminta tidur di kamar depan.

Selanjutnya Tpn mengajak Erf masuk ke dalam kamar itu. Tpn lantas memberikan handphone miliknya untuk dimainkan Erf di tempat tidur.

Saat itulah Tpn menggerayangi kemaluan Erf.  “Saat saya tanya, anak saya ini ngaku sudah dua kali digituin sama Tpn,” ujar SF.

Karena menganggap kelakuan Tpn sudha kelewatan, SF akhirnya mengadukan kejadian itu kepada suaminya. Puncaknya, suaminya tak terima dan memilih melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Sebenarnya saya juga menjaga nama baik orang tua Tpn. Tapi atas saran dari orang-orang, saya disuruh melapor ke polisi saja,” pungkas SF.(jum/c1/aro/jpg)


Seorang ibu berinisial SF (29), warga Desa Kencong di Kecamatan Kencong, Jember mendatangi markas kepolisian resor (Mapolres) setempat, Selasa (21/2).


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News