Kasus Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur, Polisi: Ibu Korban Sulit Dihadirkan

Kasus Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur, Polisi: Ibu Korban Sulit Dihadirkan
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan. ANTARA/Darwin Fatir

jpnn.com, MAKASSAR - Polisi mengaku kesulitan menemui sekaligus memanggil RA, ibu anak korban kasus rudupaksa atau pencabulan diduga oleh ayah kandungnya, untuk diambil keterangan tambahan berkaitan dengan pelaporan atas kasusnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan RA belum pernah menghadiri panggilan penyidik, bahkan tim telah berusaha menemui baik di rumahnya maupun di kantor instansi pemerintah Pemda Luwu bekerja sebagai ASN, bahkan informasi yang diperoleh yang bersangkutan telah mengajukan cuti

"Sekarang ibu RA dan tiga anak korban kesulitan dihadirkan. Kami harap dia hadir dan beri keterangan tambahan yang sangat berguna bagi penyidik meningkatkan penyelidikan dan penyidikan kasus ini lebih lanjut," kata Zulpan di Makassar, Kamis.

Menurut dia, untuk perkembangan kasus pencabulan tersebut penyidik Polres Luwu Timur telah memanggil pelapor RA dan tante anak korban guna pengembangan informasi berkaitan penanganan kasus tersebut. Hanya saja, tante anak korban menyatakan siap hadir.

"Dengan adanya tante anak korban ini akan sedikit membantu. Diharapkan bisa berikan info lebih banyak untuk penyidik mengali keterangan lain yang dibutuhkan," katanya.

Namun demikian, kasus ini tentunya mendapat perhatian serius dari Mabes Polri karena sementara dilakukan asesmen termasuk mencari informasi tambahan atas kasus itu.

Sejauh ini, tim kepolisian tetap fokus melaksanakan penyelidikan sesuai temuan baru adanya hasil visum dari Rumah Sakit PT Vale, melalui dokter Imelda yang mengatakan ada peradangan pada bagian alat kelamin anak korban.

"Itu kami mau gali. Makanya, kita butuh kehadiran ketiga anak ini. Rekomendasi dokter seperti itu, untuk diperiksa lagi oleh dokter spesialis kandungan," paparnya. 

Info terbaru kasus dugaan pencabulan tiga anak yang dilakukan ayah kandungnya di Luwu Timur.