Rabu, 19 Desember 2018 – 16:19 WIB

Keajaiban Sains, Bayi Lahir dari Rahim Orang Mati

Kamis, 06 Desember 2018 – 19:08 WIB
Keajaiban Sains, Bayi Lahir dari Rahim Orang Mati - JPNN.COM

jpnn.com, SAO PAULO - Brasil layak bangga. Untuk kali pertama, bayi perempuan lahir dari rahim cangkokan donor yang sudah meninggal dunia. Selama ini donor transplantasi rahim selalu masih hidup dan punya hubungan keluarga.

"Keberhasilan ini membawa harapan bagi banyak orang," terang Dani Ejzenberg dalam jurnal medisnya sebagaimana dilansir CNN, Rabu (5/12).

Perempuan yang mendonorkan rahimnya itu tidak bersaudara dengan ibu si bayi. Tapi, kemajuan medis memungkinkan rahim tersebut menyatu dengan tubuh resipien. Bahkan, rahim tersebut berfungsi normal.

Reuters melaporkan bahwa kasus yang ditangani Ejzenberg dan timnya itu merupakan yang pertama di dunia. Dokter spesialis kandungan pada Hospital Das Clinicas tersebut bekerja sama dengan tim ahli bedah Sao Paulo University School of Medicine yang diketuai Wellington Andraus.

Sebelum akhirnya bayi perempuan itu lahir pada 15 Desember 2017, Ejzenberg dan Andraus melakukan serangkaian pekerjaan penting. Langkah awal adalah mencangkokkan rahim dari donor berusia 45 tahun ke tubuh perempuan 32 tahun. Rahim itu diambil setelah si donor meninggal karena stroke. Tahap pertama tersebut terjadi pada September 2016.

Resipien yang namanya dirahasiakan itu mengidap sindrom Mayer-Rokitansky-Kuester-Hauser. Kelainan genetika yang terjadi pada 1 di antara 4.500 perempuan itu membuat pengidapnya tidak memiliki vagina dan rahim. Jika ada pun, vagina dan rahim tersebut tidak bisa berfungsi normal meski tetap menghasilkan sel telur.

Beberapa bulan sebelum menjalani pencangkokkan rahim, resipien melakukan in vitro fertilization. Hasilnya adalah delapan telur siap dibuahi.

Setelah operasi transplantasi selama sekitar 10 jam, resipien rahim itu harus dirawat intensif di rumah sakit selama delapan hari. Lima bulan kemudian, tubuh resipien sudah bisa menerima rahim cangkokan tersebut. Untuk kali pertama dalam hidupnya, si resipien mengalami haid.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar