Kecelakaan Bus Telan 30 Nyawa, Mayoritas Korban Anak Sekolah

Kecelakaan Bus Telan 30 Nyawa, Mayoritas Korban Anak Sekolah
Mayat. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, NEW DELHI - Kengerian pada Sabtu (24/11) masih terbayang dalam benak Girish. Di jalanan berlubang, bus yang ditumpanginya ngebut.

Pukul 11.40, bus itu melaju di Desa Kanagana Maradi, Distrik Mandya, Karnataka, India. Tiba-tiba kendaraan hilang kendali dan masuk ke kanal.

''Saya beruntung karena duduk di samping jendela yang terbuka,'' ujar lelaki 29 tahun tersebut. Sebelum air memenuhi bus, dia keluar. Girish menarik Rohith, bocah 10 tahun yang duduk di sampingnya.

''Para penumpang berteriak minta tolong. Tapi, beberapa saat kemudian, tidak ada suara lagi,'' tambah penduduk Desa Vade Samudra itu.

Sangat mungkin hanya Girish dan Rohith yang selamat. The Times of India melaporkan, setidaknya 30 orang tewas. Mayoritas korban adalah anak-anak yang pulang sekolah. Polisi tak bisa menyebut dengan pasti jumlah penumpang di dalam bus sebelum kecelakaan. Menurut beberapa media lokal, jumlahnya sekitar 35 orang.

''Bus kehilangan kendali karena sopir ngebut,'' ucap Kepala Menteri Karnataka G. Parameshwaran, sebagaimana dilansir Associated Press. Tak ada pembatas di jalanan kala itu. Akibatnya, bus langsung nyemplung.

Lokasi kejadian jauh dari rumah penduduk. Saat kecelakaan terjadi, para pekerja di ladang dekat kanal langsung menutup pintu air. Mereka berusaha menolong, tapi terlambat.

Relawan dan tim penyelam didatangkan untuk evakuasi jenazah. Kemarin, Minggu (25/11) crane digunakan untuk menarik bus hingga keluar kanal. Bus yang celaka itu sudah berusia 17 tahun. Kondisinya dikabarkan buruk. (sha/c18/dos)


Kengerian pada Sabtu (24/11) masih terbayang dalam benak Girish. Di jalanan berlubang, bus yang ditumpanginya ngebut.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News