Kejam, Oknum Polisi Diduga Setrum dan Patahkan Kaki Pelajar

Kejam, Oknum Polisi Diduga Setrum dan Patahkan Kaki Pelajar
Penganiayaan. Ilustrasi/foto: Arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, DENPASAR - Seorang pelajar berinisial MR, 14, di Denpasar, Bali, diduga jadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum polisi.

MR mengaku disetrum dan kakinya diinjak hingga patah. Kejadian itu terjadi di By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, Sabtu (25/9) sekitar pukul 02.00, saat polisi membubarkan aksi balap liar.

Akibat perbuatan tak manusiawi tersebut, MR harus menjalani operasi di RS Bross Renon.

"Orang tua korban yang tidak terima melaporkan kejadian ini ke Bid Propam Polda Bali pada Selasa (28/9)," ungkap sumber kepolisian dilansir dari Radar Bali, Jumat (1/10).

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal pada Sabtu dini hari. Saat itu, MR berboncengan dengan teman wanitanya melintas di Jalan By Pass Sanur usai nonton balap liar.

MR bersama rombongan lalu berencana pulang ke rumahnya. Saat melintas tepat di depan The Hub Sanur rombongan pelajar ini dicegat beberapa aparat kepolisian.

Karena panik, rombongan pelajar ini berhamburan kabur, termasuk MR dan teman wanita yang diboncengnya.

Saat akan memutar balik motor Honda Vario yang digunakan MR ditendang seorang oknum polisi. Korban pun terjatuh.

Pelajar berinisial MR mengaku disetrum dan kakinya diinjak hingga patah oleh oknum polisi. Korban juga sempat dipukul sampai mulutnya berdarah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News