Kekurangan 742 Penyuluh Pertanian

Kekurangan 742 Penyuluh Pertanian
Kekurangan 742 Penyuluh Pertanian
KENDARI -- Sultra pernah menorehkan tinta sejarah, dengan label jadi wilayah swasembada beras tahun 1994. Ini dibuktikan dengan hasil pertanian di Kabupaten Konawe dan Kolaka. Namun,  predikat swasembada kini tinggal kenangan. Penyebabnya menurut Anggota DPD RI asal Sultra, H  Abd Jabbar Toba, karena  Bumi Anoa-julukan Sultra, kekurangan 742 penyuluh pertanian, baik dari perkebunan, peternakan dan kehutanan.

Jumlah penyuluh pertanian saat ini hanya 1.346 orang untuk melayani 2.088 desa dan kelurahan di Sultra. "Idealnya, satu kelurahan minimal satu penyuluh pertanian. Jika dilihat dari jumlah penyuluh yang ada, itu masih kekurangan 742 orang. Itupun untuk 1.346 penyuluh yang ada dilapangan, hanya 767 yang berstatus PNS sedang tenaga lepas harian sebanyak 579 orang," terang Jabbar Toba.

Hal ini  tak lepas dari kondisi pemerintahan setempat. Sebab  tak sedikit penyuluh pertanian beralih fungsi masuk sebagai pejabat struktural. "Kalau  memegang  jabatan struktural, minimal ada satu desa binaan yang harus dipertanggungjawabkan penyuluh tersebut," jelasnya.

Kendati demikian,  bukan berarti seluruh kabupaten/kota masih kurang. Ada beberapa kabupaten/kota yang malah kelebihan penyuluh pertanian. Anehnya,  pengusulan seleksi CPNS juga masih mengajukan permintaan tenaga penyuluh. Seperti Kota Kendari, saat ini penyuluh pertanian sudah kelebihan 17 orang dan Muna kebelihan 12 penyuluh.

KENDARI -- Sultra pernah menorehkan tinta sejarah, dengan label jadi wilayah swasembada beras tahun 1994. Ini dibuktikan dengan hasil pertanian di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News