Kekurangan DHA, Anak Sulit Berprestasi di Sekolah

Kekurangan DHA, Anak Sulit Berprestasi di Sekolah
Bu Guru sedang mengajar di kelas. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

Penelitian yang dilakukan berdasar dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 itu menemukan bahwa delapan dari sepuluh anak usia sekolah Indonesia yang berumur 4-12 tahun kekurangan nutrisi otak sebab kekurangan asupan asam lemak esesial (essential fatty acid), khususnya asupan DHA dan omega 3 dibanding angka acuan dari WHO.

Pendapat serupa dikemukakan oleh pakar gizi sekaligus Ketua Umum Pergizipangan Hardinsyah. Bahkan Hardinsyah menyoroti kekurangan asupan asam lemak esensial DHA dapat menganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar pada anak-anak.

"Pengaruh kekurangan DHA pada perkembangan otak anak bisa mempengaruhi daya nalar (kognisi) anak," kata Hardinsyah. (jos/jpnn)

Pakar pendidikan anak usia dini Sofia Hartati mengatakan, banyak hal yang bisa memengaruhi kecerdasan dan prestasi belajar anak di sekolah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News