Kelainan Bawaan Pada Bayi Baru Lahir Kerap Terjadi, Deteksi Dini Penting Dilakukan
jpnn.com, JEMBER - Perhimpunan Bedah Anak Indonesia (Perbani) bekerja sama dengan Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk 'Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi Baru Lahir' pada Sabtu (19/10).
Ketua Umum Perbani, dr. Made Darmajaya, SpBA mengatakan kegiatan ini merupakan bagian upaya kolaboratif antara tenaga medis dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini kelainan bawaan pada bayi baru lahir.
Dia menegaskan kelainan bawaan pada bayi baru lahir merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi.
Namun, seringkali terabaikan atau terlambat didiagnosis.
Menurut dia, kelainan seperti atresia ani (penyumbatan atau tidak adanya anus), hernia diafragmatika (cacat pada diafragma yang menyebabkan organ perut naik ke dada), atresia esofagus (tidak terbentuknya saluran kerongkongan untuk jalan makanan) dapat memengaruhi kualitas hidup anak jika tidak segera ditangani.
“Pentingnya deteksi dini tidak bisa diabaikan, karena dengan identifikasi awal, penanganan medis dapat dilakukan dengan tepat waktu, meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup anak,” ujar dr. Darmajaya dalam siaran persnya, Selasa (22/10).
Dia menambahkan pengetahuan yang cukup mengenai tanda-tanda kelainan bawaan serta tindakan medis yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.
Selain memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda fisik yang dapat diamati sejak lahir, penyuluhan itu juga membahas pentingnya teknologi dalam mendeteksi kelainan bawaan.
Perhimpunan Bedah Anak Indonesia (Perbani) menegaskan kelainan bawaan pada bayi baru lahir merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi.
- Prof. Deby Vinski Sebut BPOM RI Dukung Inovasi Stem Cell dan Gene Therapy
- Cashtry Luncurkan Buku yang Soroti Ketahanan Kesehatan Sebagai Fondasi Bangsa
- Mengenal Metode Penurunan Berat Badan Penderita Obesitas lewat Semaglutide
- Idap Sakit Asma, Diding Boneng Cerita Soal Kondisi Kesehatannya
- Hadirkan Potensi Ikan Gabus & Binahong, Kutuk Prime Cocok untuk Pemulihan Kesehatan
- Final Go Healthy with Taiwan Soroti Terobosan Teknologi Kesehatan
JPNN.com




