Kelompok Pendukung Donald Trump Masuk Daftar Organisasi Teroris di Kanada

Kelompok Pendukung Donald Trump Masuk Daftar Organisasi Teroris di Kanada
Levi Lepage, anggota 'Proud Boys', berpartisipasi dalam sebuah reli mendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gresham, Oregon, Amerika Serikat, Sabtu (19/9/2020). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Shannon Stapleton/aww/cfo

Blair mengatakan badan intelijen Kanada telah bekerja selama berbulan-bulan dan dalam beberapa kasus bertahun-tahun mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk membuat daftar kelompok tersebut.

"Kanada tidak akan menolerir tindakan kekerasan ideologis, agama atau bermotif politik," kata Blair.

Didirikan pada tahun 2016, Proud Boys lahir sebagai perlawanan terhadap nilai-nilai politik progresif yang dinilai mengancam maskulinitas di Amerika Serikat dan Kanada. Belakangan kelompok tersebut terlibat dalam sejumlah aksi kerusuhan.

Mantan Presiden AS Donald Trump, saat ditanya pada September lalu apakah dia akan mengecam supremasi kulit putih dan kelompok milisi, meminta Proud Boys untuk tenang dan jadi penonton saja.

Jessica Davis, mantan analis intelijen senior di dinas mata-mata Badan Intelijen Keamanan Kanada mengatakan, kebijakan tersebut kemungkinan akan memilik efek yang berbeda bagi masing-masing anggota Proud Boys.

"Untuk beberapa individu ini mungkin memiliki efek peredam. Namun, mungkin ada beberapa anggota inti yang akan semakin radikal oleh masuknya kelompok itu dalam daftar teroris," kata Davis, presiden Insight Threat Intelligence.

Sulit untuk mengatakan berapa banyak anggota Proud Boys yang ada di Kanada, kata Evan Balgord, direktur eksekutif Anti Hate Network of Canada. (ant/dil/jpnn)

Kanada menyatakan kelompok sayap kanan, yang di Amerika Serikat jadi salah satu pendukung garis keras Donald Trump, sebagai entitas teroris.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News