Keluarga Pasien Mengamuk, Dokter Dianiaya, Diancam Dihabisi

Keluarga Pasien Mengamuk, Dokter Dianiaya, Diancam Dihabisi
Ilustrasi. Foto: sumeks.co.id

Direktur RSUD Rupit dr Herlina melalui staf Humas, Dian membenarkan adanya insiden tak mengenakkan tersebut. Kejadian itu diakuinya membuat petugas medis yang mendapat intimidasi dan ancaman dibunuh menjadi trauma.

Timbul keresahan paramedis yang memberikan pelayanan di RSUD Rupit. “Memang ada kejadiannya, dokter dipukul. Tapi dokternya sempat menangkis. Ada driver ambulans juga yang terluka. Ini jadi perhatian dan kami mengecam aksi itu,” cetusnya.
Menurut Dian, terlepas benar atau salah pasien maupun petugas medis yang terlibat dalam insiden tersebut, tidak semestinya masalah diselesaikan dengan kekerasan. Apalagi intimidasi dan pengancaman.

“Padahal, kami punya SOP (Standart Operational Procedure) dalam melakukan pelayanan medis,” kata Dian. Tidak mungkin dokter memberikan tindakan jika tidak dilengkapi dengan SOP yang ada.
“Kami siap memberikan pelayanan, tapi jangan selalu diancam-ancam. Petugas medis itu punya keilmuan tentang pelayanan kesehatan,” tegasnya. Akibat kejadian itu, kini semua pegawai di RSUD Rupit resah.

Apalagi, kejadian tersebut dilihat masyarakat luas, juga terekam CCTV yang terpasang di sekitar ruang IGD. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara, dr Marhendra mengatakan, pihaknya belum menerima laporan seputar keributan di RSUD Rupit itu. “Coba langsung konfirmasi dengan direktur rumah sakitnya saja langsung,” sarannya.

Kapolsek Rupit AKP Yulfikri, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan ‎resmi terkait insiden penganiayaan oleh keluarga pasien terhadap dokter dan sopir ambulans RSUD Rupit.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Rumbai Baru, Abdul Sani belum tahu ada warganya yang terlibat keributan dengan dokter dan sopir ambulans di RSUD Rupit. Bahkan lakukan pengancaman dengan mengeluarkan sajam. “Saya belum tahu, tidak ada laporan masalah itu,” ucapnya.

Untuk itu, dia akan menelusuri informasi kejadian tersebut. Seraya memastikan benar warganya atau warga desa lain. “Bisa jadi itu dari Desa Lubuk Rumbai. Soalnya Lubuk Rumbai ada dua. Lubuk Rumbai Lama dan Lubuk Rumbai Baru,” tutupnya. (cj13/ce1)

 


Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rupit mendadak mencekam lantaran keluarga salah seorang pasien tiba-tiba mengamuk.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News