Kamis, 13 Desember 2018 – 13:02 WIB

Kemarau, Air Jakarta Menguning dan Bau Belerang

Sabtu, 01 September 2018 – 20:56 WIB
Kemarau, Air Jakarta Menguning dan Bau Belerang - JPNN.COM

Kualitas air di Jakarta terus mengalami penurunan atau memburuk, memasuki musim kemarau saat ini. Selain memunculkan bau belerang, warna air juga menguning, sehingga membuat air tak bisa di konsumsi.

Hal itu salah satunya terjadi dan dialami warga di kawasan Rusun Pesakih, Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Kualitas buruk air itu sudah di keluhkan penghuni sejak beberapa waktu silam.

"Kalo pagi air warna kuning. Baunya menyengat banget seperti belerang, kadang juga keluar bintik hitam," ujar Guyup, 45, warga blok H, Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat, Jumat (31/8).

Guyup mengaku kualitas air disitu tidak bisa digunakan untuk kehidupan sehari - hari. Sebab dengan kualitas demikian, air tak bisa digunakan untuk keperluan sehari - hari seperti untuk minum maupun mandi.

Sehingga, tidak ada pilihan lain selain warga menggunakan air bersih untuk keperluan sehari - hari dengan menggunakan air galon yang berkeliling di rusun saat pagi. Sedangkan air yang tersalurkan ke setiap unit digunakan untuk mencuci pakaian dan cuci piring kotor.

"Galon itu di jual Rp 2000 per galon. Kalo sehari saya biasa pakai 2-3 galon," keluh Guyup sembari menjelaskan keluarganya berjumlah empat orang.

Kendati tidak bisa digunakan, namun kualitas air di Rusunawa Pesakih jauh lebih baik di bandingkan dahulu. Air rusun tak lagi mengeluarkan cacing merah, maupun menyengat berlebihan. Kualitasnya kian lebih baik. "Paling cuman licin licin aja kalo di pakai ke badan," keluh Erni, 49, warga blok G, Rusunawa Pesakih pada wartawan.

Sama halnya dialami oleh Erni, kondisi ini membuat dirinya tak bisa menggunakan air untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ketika kualitas makin memburuk, Erni terpaksa menutup kerannya entah sampai kapan.

Sumber : Indopos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar