Kemenkes Sebut Air Minum jadi Pilar Mencapai Indonesia Emas 2045

Kemenkes Sebut Air Minum jadi Pilar Mencapai Indonesia Emas 2045
Chief of WASH UNICEF Indonesia Kannan Nadar. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Anas Ma’ruf menyatakan air minum dan sanitasi adalah aspek penting dalam kesehatan lingkungan.

Hal itu diungkapkan Anas dalam Diskusi dan Sharing Pembelajaran, Solusi Pembiayaan Alternatif dan Kemitraan Menuju Air Minum dan Sanitasi Aman untuk Indonesia (Komitmen Dukungan Mitra Dalam Pembiayaan Air Minum dan Sanitasi. 

Kegiatan diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan UNICEF, water.org, SPEAK Indonesia, dan mitra pembangunan lainnya, di Jakarta, Jumat (22/3).

Lebih lanjut, Anas menyebut kebutuhan air menjadi upaya pencegahan penyakit yang merupakan salah satu dari enam pilar transformasi Kesehatan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. 

"Maka, berbagai upaya untuk kolaborasi pembiayaan alternatif menjadi solusi. Kredit mikro merupakan salah satu alternatif pendanaan yang memiliki potensi besar. Sasaran utama mikro kredit ini adalah masyarakat kecil menengah yang belum memiliki akses," ujar Anas.

Bappenas menyebut kebutuhan pendanaan untuk mencapai akses 100 persen akses air minum dibutuhkan dana sebesar 1.651 triliun sampai dengan 2030 (SDGs).

Pemerintah memprediksi akses air minum aman baru tercapai akses sebesar 45 persen dan itu berarti membutuhkan dana Rp 367 triliun.

Pendanaan sebesar ini tidak mungkin akan ditangani sendiri oleh pemerintah (APBN) sehingga membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak melalui skema pembiayaan alternatif yang selama ini sudah mulai tumbuh, baik oleh lembaga keuangan dan non keuangan.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Anas Ma’ruf menyatakan air minum dan sanitasi adalah aspek penting dalam kesehatan lingkungan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News