JPNN.com

Kemenparekraf Gandeng Japnas Mendorong Investasi 10 Destinasi Wisata Superprioritas

Kamis, 25 Juni 2020 – 19:38 WIB
Kemenparekraf Gandeng Japnas Mendorong Investasi 10 Destinasi Wisata Superprioritas - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong dan melaksanakan 8 agenda besar dalam Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19.

Delapan agenda besa, yaitu Akselerasi Investasi, Pemulihan Industri dan Perdagangan, Pendalaman Sektor Keuangan, Pemulihan Pariwisata, Penguatan Sistem Kesehatan Nasional, Perluasan Program Perlindungan Sosial, Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan SDM.

Dalam fokus jangka pendek 2021, Kemeparekraf terkait langsung dan bertanggung jawab pada dua area Prioritas Nasional dalam mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial yaitu PN1 untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Berkualitas dan Berkeadilan serta PN3, Meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing.

Dalam pelaksanaannya, berbagai langkah mulai dilakukan seperti reaktivasi pasar wisatawan (domestik & mancanegara), Percepatan 5 Destinasi Superprioritas (Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, Likupang) dan 5 DSP berikutnya (BTS, Wakatobi, Bangka Belitung, Raja Ampat, Morotai), pengembangan Benoa, penambahan flight seat hingga re-skilling, up-skilling dan standarisasi kualitas destinasi wisata.

KemenParekraf berharap komunitas-komunitas dunia usaha seperti Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) dapat bekerja sama dalam pelaksanaan program - program tersebut.

Pemahaman Japnas pada para pelaku dunia usaha sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan identifikasi dan pelaksanaan program satu data di area dunia usaha.

Ketua Harian Japnas Widiyanto Saputro mengatakan, pihaknya siap bersinergi bersama pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Mayoritas dari ekosistem ini sekarang bersiap menyusun dan menjalankan strategi bisnisnya kedepan dengan sangat berhati-hati dan sangat memperhatikan perubahan-perubahan kebijakan pemerintah, situasi pandemi dan peta persaingan kedepan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
jlo