Kemensos Sinkronkan Program untuk Kelompok Rentan Melalui 41 Sentra Kreasi ATENSI

Kemensos Sinkronkan Program untuk Kelompok Rentan Melalui 41 Sentra Kreasi ATENSI
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi menyampaikan sejumlah program Kemensos di acara Ngobrol Tempo bertema 'Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh' yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat (15/10). Foto: Kemensos

Kanya juga menyampaikan strategi mengentaskan kemiskinan juga dilakukan Kemensos dengan mengatasi berbagai masalah di kelompok rentan.

“Kami berupaya agar kelompok rentan dan PPKS itu memiliki penghasilan, selain mereka mendapatkan perlindungan, pemberdayaan dan rehabilitasi sosial untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan program yang langsung menyentuh individu maupun yang berbasis keluarga,” papar Kanya.

Kemensos juga mengubah stigma penyandang disabilitas menjadi bisa hidup mandiri dan produktif tanpa bantuan orang lain melalui rehabilitasi sosial.

“Melalui rehabilitasi sosial rasa percaya diri penyandang disabilitas dibangkitkan, didukung keluarga dan lingkungan sosial menjadikan mereka mandiri, ” ungkapnya.

Wujud keseriusan Mensos Risma memberikan dukungan bagi para penyandang disabilitas seperti ditunjukkan dengan langsung memberikan bantuan motor roda tiga kepada Gading agar memudahkan aksesnya dan berjualan kopi keliling lebih banyak tempat yang berimbas pada peningkatan pendapatan hariannya.

Untuk akses bagi tuna wisma diupayakan Kemensos agar mereka bisa bekerja dengan syarat mengikuti rehabilitasi sosial dan mendapat pelatihan vokasional dan selanjutnya disalurkan bekerja ke berbagai perusahaan, salah satunya WIKA.

“Jelas sudah skema dan strategi yang dilakukan kami bagi kelompok rentan, marginal, termasuk bagi tuna sosial dengan berbagai upaya yang tidak terlihat namun terus dilakukan secara terprogram dan terencana,” tegas Kanya.

Dukungan bagi kelompok miskin dan rentan melalui pengembangan SKA sebagai tempat seseorang mendapatkan akses pekerjaan, sosialisasi juga bagi KPM PKH dan BPNT yang bisa menjual barang dagangan di 41 SKA di seluruh Indonesia.

“Intervensi bagi kelompok rentan juga ada melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) agar mereka tidak kesulitan tempat tinggal dan bisa menata hidup lebih sejahtera, ” pungkas Kanya. (mrk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Kemensos tetap fokus melanjutkan program dan kegiatan untuk kaum marginal dan kelompok rentan.


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News