Kementan Anugerahkan Agro Inovator Teladan 2017 ke Pemuda Asal Kalsel

Kementan Anugerahkan Agro Inovator Teladan 2017 ke Pemuda Asal Kalsel
Mentan Andi Amran Sulaiman (kanan). Foto: Humas Kementan

Oleh karena itu, Rikval mengatakan bahwa penganugrahan tersebut hakikatnya merupakan penghargaan kepada seluruh insan pertanian Kalimantan selatan, kawan-kawan pemuda pemerhati pertanian, dan generasi muda desa yang masih eksis dan bangga menjadi petani.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Kalsel, Danrem 101 Antasari, Kadis TPH kalsel, Kepala Daerah se-kalsel, dan seluruh stakeholder, yang memberikan perhatian khusus dan ruang berkreasi kepada pemuda untuk bergerak membangun daerah. Apa yang kami lakukan sangat sejalan dengan visinya Gubernur, yaitu Gerak dan Revolusi Hijau. Ini yang menjadi semangat kami bergerak bersama," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Mentan Amran mengungkapkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian saat ini berkat kerja keras para peneliti. Dulu jumlah peneiliti 1.128 orang, diberikan tugas untuk tidak membiarkan impor alsintan masuk. Hasilnya, kini Indonesia dapat memproduksi sendiri traktor roda 4 dan alat panen (combine harvester).

"Dua tahun lalu, peneliti pasrah seakan tidak ada masa depan dan harapan. Padahal peneliti sudah menghasilkan teknologi yang luar biasa tapi kurang dapatkan perhatian yang selayaknya. Karena itu, kami surati Menteri Keuangan, beri mereka royalti. Hasilnya mereka dapat Rp 3,5 miliar. Usahakan royalti naik Rp 100 miliar, Rp 200 miliar, kalau perlu Rp 1 triliun. Begitu caranya majukan pertanian, harus dengan mimpi besar," ungkapnya.

Selain itu, Amran menegaskan kemajuan mekanisasi telah mendorong pemuda untuk terjun ke sawah menjadi petani. Pemuda memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi atau terobosan baru sehingga dapat mengoptimalkan dan membangunkan lahan tidur dan pasang surut.

"Kalau dulu para pemuda tidak mau ke sawah, tapi sekarang banyak yang menjadi petani, sambil bawa traktor bisa menelpon. Karena itu, jika pemuda bergerak, kita optimis wujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan merealisasikan nawa cita yakni membangun negara dari penggirin ," tegasnya.

Perlu diketahui, teknologi dan inovasi yang diluncurkan sebanyak 24 alat mesin pertanian yang merupakan hasil rekayasa Badan Litbang Pertanian. Yaitu, mesin otomatisasi perbenihan modern, penghancur tanah, pencampur tanah, penabur tanah, penggulud, pemasang mulsa, alat tanam, smart green house, alat panen, sterilisasi ozon, in-store controlled room (penyimpan), pengemas benih dan pompa hybrid. Kemudian, penghargaan diberikan kepada masyarakat petani yang berkontribusi dengan berbagai inovasi untuk mengembangkan dan memajukan pertanian di Indonesia. (adv/jpnn)


Kementerian Pertanian melakukan peluncuran Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern Hortikultura dan Pemberian Agro Inovator Award 2017 di Balai Besar


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News