Kementan Gelorakan Program Jaga Pangan di Titik Terluar Indonesia, Ini Tujuannya

Kementan Gelorakan Program Jaga Pangan di Titik Terluar Indonesia, Ini Tujuannya
Irjen Kementan Jan Samuel Maringka menjadi pembina Apel Siaga Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Optimalisasi Fungsi Karantina Wilayah Perbatasan dan Wilayah Terluar di Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Kota Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu (27/8). Foto: Humas Kementan

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Peternakan Aceh pada 25 Agustus 2022, di Kota Sabang, tidak terdapat kasus atau zero PMK atau zero PMK.  

Sebelumnya, tercatat 34 kasus PMK di Kota Sabang, 33 di antaranya, dinyatakan sembuh dan 1 ekor mati. Secara keseluruhan 12 Kabupaten di Provinsi Aceh, sudah zero kasus PMK, sedangkan 11 kabupaten tingkat kesembuhan ternak sudah cukup signifikan.

Kasus ternak yang terinfeksi 47.126 ekor. Yang telah sembuh 46.193 ekor, potong paksa 63 ekor, mati 296 ekor, dan tersisa sakit 574 ekor. 

Ternak yang telah divaksin pada tahap pertama 2.700 ekor dan tahap II 24.956 ekor.

Di tengah mewabahnya PMK di sejumlah wilayah di Indonesia, Jan berharap Kota Sabang dapat mempertahankan penanganan PMK yang berjalan saat ini dan tetap menjadi zona hijau. 

“Saya meminta agar membatasi pergerakan dan memperketat keluar masuk lalu lintas hewan lintas negara, menutup jalur tikus yang berpotensi memasukan ternak secara ilegal,“ kata Jan Samuel.

Dia telah menugaskan para inspektur untuk turun langsung memantau dan mengendalikan wabah PMK secara efisien serta mematuhi SOP di berbagai wilayah. 

"Kami memonitor secara langsung dan mengevaluasi semua posko agar terintegrasi,” ujarnya.

Kementan menggencarkan program Jaga Pangan untuk mengawal ketahanan pangan di wilayah perbatasan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News