Kementan Gelorakan Program Jaga Pangan di Titik Terluar Indonesia, Ini Tujuannya

Kementan Gelorakan Program Jaga Pangan di Titik Terluar Indonesia, Ini Tujuannya
Irjen Kementan Jan Samuel Maringka menjadi pembina Apel Siaga Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Optimalisasi Fungsi Karantina Wilayah Perbatasan dan Wilayah Terluar di Tugu Prasasti Titik Nol Kilometer Kota Sabang, Provinsi Aceh, Sabtu (27/8). Foto: Humas Kementan

Program Jaga Pangan juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap penyakit PMK karena wabah dapat menyebar secara cepat melalui arus transportasi daging dan ternak terinfeksi serta melalui udara. 

“Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk jaga pangan kita, menjaga ternak untuk mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Aceh,“ katanya.

Penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian secara simbolis untuk Kota Sabang dilakukan Jan Samuel dalam kesempatan tersebut.

“Bantuan yang diterima Wali Kota Sabang berupa paket disinfektan untuk penanganan PMK, ABT Kedelai seluas 50 ha untuk 10 Poktan, satu unit traktor roda dua, dan bantuan untuk penanganan virus LSD berupa vaksin 500 dosis,“ ujar Samuel. (mrk/jpnn)

Kementan menggencarkan program Jaga Pangan untuk mengawal ketahanan pangan di wilayah perbatasan


Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News