JPNN.com

Kementan Operasi Pasar Untuk Komoditas Cabai dan Bawang Putih

Minggu, 09 Februari 2020 – 12:15 WIB Kementan Operasi Pasar Untuk Komoditas Cabai dan Bawang Putih - JPNN.com
Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mewakili Menteri Pertanian dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Humas Kementan RI

jpnn.com, JAKARTA - Perkembangan rata-rata harga cabai di pasar DKI Jakarta pada 8 Februari 2020 relatif masih tinggi. Berdasarkan pantauan di laman Portal Informasi Harga Pangan Jakarta, rerata harga eceran cabai merah keriting sebesar Rp 70.000,-, cabai rawit merah sebesar Rp85.000  bawang putih sebesar Rp55.000. 

Merespons pergerakan harga cabai dan bawang putih, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang, dan PD Pasar Jaya menggelar Operasi Pasar Cabai merah dan Bawang Putih di 22 Pasar DKI Jakarta.

Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi yang mewakili Menteri Pertanian, operasi pasar cabai dan bawang putih dilakukan untuk meredam dan mengantisipasi potensi kenaikan harga.

“Khusus cabai kita sudah gelontorkan sekitar 64 ton sepekan terakhir ini, dengan rincian 61,3 ton ke Pasar Induk kramat jati (PIKJ), 1,5 ton ke pasar eceran Jakarta dan sekitarnya, serta 1,2 ton ke Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang sebagai penyangga pasar induk jabodetabek,” ujar Agung saat melakukan pelepasan operasi pasar di Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Pasar Minggu, bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu (9/02/2020).

Melalui operasi pasar, menurut Agung, diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan cabai dan bawang putih.

Cabai yang dijual dalam OP sejak 3 Februari 2020 ini didatangkan langsung dari petani cabai di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Kabupaten Barabai Kalimantan Selatan, Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, dan Kabupaten Kaur Bengkulu. Volume pasokan cabai akan terus ditambah hingga harga stabil.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan apresiasinya atas upaya Kementan bersama Food Station dan PD Pasar Jaya dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan di Jakarta.

“Pasokan pangan di Jakarta bergantung dari luar DKI, disisi lain harga di DKI berimplikasi nasional. Harga mencerminkan supply and demand. Demand di Jakarta relatif stabil, tapi supply-nya sering mengatasi interupsi, pada saat itu kenaikan harga terjadi, dan di situlah negara hadir dengan upaya stabilisasi pasokan," terang Anies.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...