Kementan Siapkan Penyuluh Pertanian Guna Tingkatkan Produktivitas Padi dan Jagung

Kementan Siapkan Penyuluh Pertanian Guna Tingkatkan Produktivitas Padi dan Jagung
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dalam webinar pembinaan penyuluh pertanian dengan tema “Dukungan Penyuluh dalam Peningkatan Produksi dan Produktivitas Padi dan Jagung”, secara virtual, Sabtu (11/11). Foto: Kementan

Dedi menambahkan bahwa Kementan mulai akhir tahun ini bertekad menggenjot produktivitas meningkatkan lahan rawa, lahan kering, dan lahan tadah hujan.

“Mari kita genjot benih bermutu melalui CPCL. Calon petani harus paham juknis CPCL, juknis lahan kering, lahan tadah hujan," ujar Dedi.

"Setelah petani tanam penyuluh wajib hadir dalam pendampingan petani dan penyuluh pertanian harus dapat memberikan solusi dari permasalahan yang ada," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Yudi Sastro mengatakan bahwa strategi pengelolaan sistem penyediaan benih dalam rangka mendukung pencapaian sasaran produksi tanaman pangan, yaitu meningkatkan produksi benih varietas unggul bersertifikat, meningkatkan pengawasan dan sertifikasi benih, meningkatkan peranan kelembagaan perbenihan, mempermudah akses petani mendapatkan benih unggul bersertifikat, sosialisasi dan pengawalan penggunaan benih unggul bersertifikat.

“Benih dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan produktivitas dengan syarat varietas sesuai dengan agroekosistem setempat, benih terjamin mutunya (genetik, fisiologis dan fisik), tepat waktu tanam dan lokasi,tersedia, mudah diakses dan harga terjangkau,” ujar Yudi.

Yudi mengatakan untuk memenuhi kebutuhan benih dalam kegiatan Bantuan Benih satker Pusat dan Tugas Pembantuan baik melalui e-catalog maupun secara penunjukan langsung atau mekanisme lainnya sesuai aturan yang berlaku, dinas pertanian provinsi/kabupaten/kota berkewajiban memanfaatkan produksi benih dari kegiatan Mandiri Benih Pangan.

“Adapun target mendukung tercapai sasaran produksi tahun 2024 padi sebanyak 65,40 juta ton GKG, jagung sebanyak 35,3 juta ton pipilan kering,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Baginda Siagian menjelaskan pentingnya melakukan koordinasi dengan dinas pertanian provinsi dan kabupaten untuk mencapai target CPCL SID dan Kontruksi Optimalisasi Lahan Rawa.

Tingkatkan produktivitas padi dan jagung memerlukan penyuluh pertanian yang andal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News