Kemnaker Dorong Optimalisasi Penempatan Naker dan Perluasan Kesempatan Kerja

Kemnaker Dorong Optimalisasi Penempatan Naker dan Perluasan Kesempatan Kerja
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat membuka Rakornas Peningkatan Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Optimalisasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja secara hybrid di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/11) malam. Foto: Kemnaker

jpnn.com, MAKASSAR - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengungkapkan sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja terpengaruh dampak pandemi Covid-19.

Akibatnya penyerapan tenaga kerja berkurang signifikan dan berkontribusi pada bertambahnya angka pengangguran.

Padahal jika melihat struktur penduduk dari Sensus 2020 terlihat saat ini Indonesia sedang berada pada periode puncak bonus demografi.

"Populasi ini didominasi oleh penduduk usia muda, yaitu generasi Z dan generasi milenial yang merupakan penyusun utama komponen penduduk usia kerja pada populasi," kata Sekjen Anwar saat membuka Rakornas Peningkatan Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Optimalisasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja secara hybrid di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/11) malam.

Sekjen Anwar menyampaikan tahun lalu Kemnaker telah meluncurkan berbagai program dalam penanganan dampak Covid-19, berupa pelatihan vokasi dengan metode blended training yang mencapai 121 ribu orang.

Selain itu, Kemnaker juga melaksanakan pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang hampir mencapai 750 ribu orang.

Kemnaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja dengan menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam dan di luar negeri.

Program lainnya terkait perluasan kesempatan kerja seperti program wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang mencapai 322 ribu orang.

Kemnaker menggelar Rakornis di Makassar sebagai upaya optimalisasi penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja dalam penanganan dampak pandemi.