Jumat, 23 Agustus 2019 – 03:05 WIB

Kenali Gejala Asma Sedini Mungkin

Selasa, 07 Desember 2010 – 19:18 WIB
Kenali Gejala Asma Sedini Mungkin - JPNN.COM

BANDARLAMPUNG - Batuk ringan dengan intensitas sering harus diwaspadai. Hal ini bisa jadi merupakan gejala asma. Asma adalah suatu keadaan di mana saluran napas menyempit, karena adanya respon berlebih terhadap rangsangan tertentu. Kondisi ini menyebabkan peradangan. Namun, hal itu bersifat sementara. Penyempitan tersebut dapat dipicu berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin, dan olahraga.

Dokter spesialis paru, dr Hamid Hasan SpP dari Lampung mengatakan, ada tiga klasifikasi asma, yakni ringan, sedang dan berat. Dikatakannya, asma ringan biasanya dengan gejala batuk ringan, tetapi intensitasnya sering. "Kalau yang sedang, batuk disertai sesak napas. Sementara asma berat ditandai batuk dan sesak napas disertai suara," jelas Hamid.

Saat asma menyerang, otot polos dari bronki kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan, karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan itu menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

Dijelaskan Hamid lagi, frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi pada tiap penderita. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala, serta hanya mengalami serangan sesak napas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Sedangkan penderita lainnya, hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek), serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olahraga, atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Serangan asma sendiri dapat terjadi secara tiba-tiba, ditandai dengan napas yang berbunyi (mengi, bengek), batuk, serta sesak napas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan napasnya. Serangan asma juga bisa terjadi perlahan, dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.

Pada kedua keadaan tersebut, yang kali pertama dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak napas, batuk, atau rasa sesak di dada. Hal ini bisa berlangsung dalam beberapa menit atau sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olahraga juga bisa merupakan gejala.

Selama serangan asma, sesak napas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kemudian merasa kebingungan dan letargi (keadaan kesadaran yang menurun, penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar, kemudian segera tertidur kembali).

Lalu sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera diobati. Namun, meski mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.

Hamid mengungkapkan, jika dilihat dari jenisnya, asma bisa dibedakan menjadi dua macam. "Ada asma karena keturunan dan lingkungan," paparnya. Untuk asma yang disebabkan lingkungan, penderita harus benar-benar menjaga kesehatan.

"Jika seseorang bekerja di luar gedung, sebaiknya menggunakan masker untuk menghindari paparan debu yang mudah terhirup," jelasnya. Jika debu dan asap sering terhirup, maka racun tersebut bisa membuat peradangan di saluran napas. "Kalau sudah terjadi peradangan, asma ini bisa muncul," pungkasnya.

Hamid menyarankan kapada masyarakat agar mengantisipasi lingkungan luar yang berbahaya. "Jangan memelihara binatang, jangan terkena AC terlalu sering. Hal itu tidak baik untuk saluran pernapasan," jelasnya. (yna/net/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar