Kenali Modus Penipuan Terkait Australia yang Menyasar Warga Indonesia

Kenali Modus Penipuan Terkait Australia yang Menyasar Warga Indonesia
Bekerja di pertanian sebagai pemetik buah menggunakan visa turis adalah hal yang ilegal. (Carmen Brown)

Dalam berita, yang salah satunya dimuat oleh media Viva, disebutkan ada seorang warga Indonesia di New York yang dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai Konsul Jenderal RI di New York yang meminta jasanya untuk mendokumentasikan kegiatan KJRI, padahal KJRI mengaku tidak pernah melakukan hal tersebut.

Dalam peristiwa terpisah, ada pula seorang staf KBRI di Washington menjadi sasaran penipuan yang mencatut nama Menlu Retno Marsudi.

Menurut laporan Viva, polisi di Indonesia sudah menangkap empat orang tersangka yang merupakan narapidana di Lapas Kuningan Jawa Barat.

Mereka ditangkap terkait kasus penipuan mengatasnamakan Menteri Luar Negeri, Duta Besar RI, Konsul Jenderal RI dan anggota DPR.

Salah seorang yang ditangkap itu mengaku sebagai anggota DPR di tiga kota dengan korban warga Indonesia di Singapura, Korea Selatan, dan Brunei Darusalam.

Kemudian mengaku sebagai Menteri Luar Negeri di tiga kota dengan korban di Washington DC, Toronto, dan Ottawa.

Dengan mengaku sebagai Duta Besar RI di 11 kota, ada pula korban warga Indonesia di Riyadh, Malaysia, Seoul, Khartoum, Den Haag, Moskow, Tokyo, Pyongyang, Mexico City, Madrid dan Brussels.

Terakhir, mengaku sebagai Konsul Jenderal RI di dua kota dengan korban warga Indonesia di Dubai dan Darwin.


Pernahkah anda mendapat tawaran untuk datang ke Australia untuk bekerja di bidang pertanian di saat pandemi COVID-19? Namun untuk mengurus hal tersebut anda diminta bayaran sampai Rp 80 juta?Inilah adalah salah satu bentuk penipuan yang semakin marak dita


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News