Kenali Modus Penipuan Terkait Australia yang Menyasar Warga Indonesia

Kenali Modus Penipuan Terkait Australia yang Menyasar Warga Indonesia
Bekerja di pertanian sebagai pemetik buah menggunakan visa turis adalah hal yang ilegal. (Carmen Brown)

"Mereka juga suka ambil gambar dari Google untuk jadi iklan," katanya.

Kapok dengan pengalaman tersebut, ia sekarang hanya memesan makanan dari tempat-tempat yang sudah dikenal namanya.

Di Melbourne saat ini ada sebuah akun bernama Indozfood yang berisi daftar pemilik bisnis makanan Indonesia yang sudah terdaftar secara resmi.

"Yang kita izinkan untuk jualan di Indoozfood adalah mereka yang memiliki tiga dokumen, yaitu punya pendaftaran sebagai bisnis, food act dari council dan sertifikat food handling [tata cara menyiapkan makanan dengan aman]," kata Hanny Santoso salah satu dari tim Admin Indozfood.

"Kita mengutamakan rasa aman dari sisi kesehatan bagi mereka yang mau membeli makanan Indonesia."

Penipuan menggunakan nama pejabat kedutaan Indonesia

Senin kemarin (31/08), KJRI Melbourne mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat Indonesia di Victoria dan Tasmania untuk berhati-hati mengenai adanya usaha penipuan.

"Dengan maraknya upaya-upaya penipuan melalui media digital khususnya melalui modus operandi yang berimplikasi pada kerugian keuangan, KJRI Melbourne mengimbau seluruh masyarakat Indonesia di Victoria dan Tasmania untuk mewaspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan Kepala Perwakilan RI di luar negeri maupun pejabat Pemerintah Indonesia lainnya," demikian isi surat yang diunggah di Facebook KJRI Melbourne.

Dalam penjelasannya kepada ABC Indonesia, Konsul Protokoler Konsuler Feisal Perdanaputra merujuk pada berita yang datang dari Amerika Serikat dua pekan lalu mengenai usaha penipuan yang mengatasanamakan pejabat kedutaan.

Pernahkah anda mendapat tawaran untuk datang ke Australia untuk bekerja di bidang pertanian di saat pandemi COVID-19? Namun untuk mengurus hal tersebut anda diminta bayaran sampai Rp 80 juta?Inilah adalah salah satu bentuk penipuan yang semakin marak dita

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News