Kepala Daerah Diajak Tanggulangi Terorisme

Kepala Daerah Diajak Tanggulangi Terorisme
Suhardi Alius. Foto: BNPT

Dalam mengantisipasi hal tersebut, BNPT telah melakukan berbagai program kontra radikalisasi semisal membentuk dan melatih Duta Damai Dunia Maya di beberapa provinsi untuk menyebarkan konten positif dan konten damai, melakukan diseminasi informasi dengan cara membuat lomba video kreasi pemuda dengan tema kebangsaan dan Bela Negara. 

Tantangan kepala daerah terkait terorisme menurut Suhardi adalah hadirnya para returnees atau kombatan yang kembali dari Irak dan Suriah.

“Imbas pasca ISIS itu kan ada rembesannya yakni kembalinya para kombatan ke negara masing-masing, termasuk di Indonesia. Salah satu contohnya adalah 18 orang yang kemaren kita jemput yang secara ideologi telah mengalami perubahan,” paparnya.

Para returnees yang kembali ke negara masing-masing itu, menurut Suhardi, telah memiliki ideologi yang keras dan hidup di tengah masyarakat. Inilah tugas pemerintah untuk merangkul dan membina mereka untuk tidak lagi tersesar dalam pemahaman yang salah.

“Saya tegaskan para returnees ini menjadi tugas kita bersama termasuk kepala daerah, para gubernur untuk membina mereka dan tidak dimarjinalkan. Kalo semakin dimarjinalkan akan kembali pada ideologi semul,” tutur Suhardi.

Di sinilah menurut Suhardi pentingnya kepala daerah untuk bersinergi dengan BNPT dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. Informasi dari daerah sangat dibutuhkan untuk melihat kebutuhan yang dialami oleh para returnees tersebut.

Pembinaan dari pemerintah daerah dan penerimaan masyarakat terhadap para mantan narapidana terorisme termasuk juga para returnees sangat penting agar mereka tidak lagi jatuh dalam aksi dan tindakan serupa.

Walaupun prosentasenya masih sangat kecil, menurut Suhardi, potensi mereka yang sudah terpapar paham radikal untuk kembali dalam jaringan dan aksi kekerasan tidak perlu diremehkan.

Suhardi Alius meminta seluruh kepala daerah dan pimpinan tingkat daerah untuk bersinergi dalam penanggulangan terorisme.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News