Kepesertaan Aktif BPJAMSOSTEK Capai 36 Juta Tenaga Kerja, Rekor! 

Kepesertaan Aktif BPJAMSOSTEK Capai 36 Juta Tenaga Kerja, Rekor! 
Peringatan HUT ke-45 BPJS Ketenagakerjaan. Foto dok. BPJAMSOSTEK

Utilisasi kanal klaim melalui aplikasi JMO juga tercatat di angka 25 persen, lebih tinggi dari kanal kantor cabang sebesar 15 persen, namun masih di bawah utilisasi kanal online (video call) sebesar 60 persen.

Melalui JMO, di Desember ini BPJAMSOSTEK akan melakukan launching pengembangan ekosistem aplikasi dengan berbagai loyalty program dan benefits yang bermanfaat bagi pekerja, seperti fitur Dana Siaga, MLT, Wallet, Co-marketing, Inclusive Job Center, serta News & Entertainment. 

Hal ini ditujukan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada peserta, meningkatkan engagement dan utilisasi JMO, serta menjaga retensi tenaga kerja.

Jika melihat dari kinerja pengelolaan dana yang dilakukan BPJAMSOSTEK, hasilnya pun sangat memuaskan. Hingga saat ini pengelolaan dana sudah di atas target yaitu mencapai Rp 616 triliun dengan penambahan pertumbuhan 14,8 persen YOY.

Hasil kinerja investasi juga mengalami pertumbuhan 15,7 persen YOY dengan realisasi Rp 33,2 triliun. 

Sebagai engine penguatan strategi investasi untuk mencapai target kelolaan dana sebesar Rp 1.001 triliun pada 2026, BPJAMSOSTEK akan segera mengimplementasikan terobosan baru dalam pengelolaan dana pada portofolio investasi langsung. Salah satunya melalui inisiasi pembentukan Investment Holding Company.

Anggoro menyadari ke depan dunia ketenagakerjaan akan sangat menantang. Dia mengimbau kepada seluruh insan BPJAMSOSTEK untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, sehingga walaupun di tengah era yang sangat dinamis ini, semua karyawan dapat mudah beradaptasi dengan perubahan dan solutif menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di institusi dan pekerja.

”Mari pekerja Indonesia, hari ini menjadi pengingat, negara telah hadir melalui BPJAMSOSTEK, semua inisiatif dan terobosan yang saat ini BPJAMSOSTEK lakukan, semata-mata demi menjamin seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya menjadi sejahtera,” tegas Anggoro.

BPJAMSOSTEK di usia ke-45 tahun berhasil mencatatkan rekor tertinggi dari jumlah kepesertaan aktif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News