Keraton Jogja Bersiap Jelang Pernikahan Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X

Kepatihan Pusat Resepsi, Paku Alam Rela Pindah Kantor

Keraton Jogja Bersiap Jelang Pernikahan Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X
BAHAGIA: GRAj Nurastuti Wijareni dan Achmad Ubaidillah dalam sebuah acara di keraton Jogja beberapa waktu lalu.
Setengah bulan lagi, Keraton Jogjakarta menghelat gawe besar. Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri bungsunya, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni. Bagaimana persiapan keraton menyambut royal wedding tersebut?

OLEG WIDOYOKO, Jogja
   

MANTU besar-besaran Sri Sultan akan digelar selama empat hari, tepatnya 16?19 Oktober 2011. Saat itu GRAj Nurastuti yang kini bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendoro akan resmi menjadi istri Achmad Ubaidillah, pemuda dari Sumatera yang dikenalnya di Jakarta. Ubai, panggilan akrab Achmad Ubaidillah, sendiri Juli lalu dianugerahi gelar keraton Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara.

   

Demi mempersiapkan pesta pernikahan, Jeng Reni, panggilan akrab Nurastuti Wijareni, harus beristirahat sementara dari mengurus butiknya di Jakarta. Kini dia berkonsentrasi di Jogja untuk memudahkan persiapan yang dilakukan oleh seluruh kerabat keraton.

   

Sebab, dengan status putri Sri Sultan, pesta pernikahan Jeng Reni pasti digelar secara besar-besaran. Perempuan yang lama tinggal di Singapura itu menuturkan, acara tersebut akan dimulai pada 16 Oktober. Pada hari itu, rombongan keluarga calon pengantin laki-laki akan datang ke keraton. Tujuannya, memulai pingitan calon pengantin laki-laki.

Setengah bulan lagi, Keraton Jogjakarta menghelat gawe besar. Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri bungsunya, Gusti Raden Ajeng (GRAj)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News