Keren, Ekonomi Digital Makin Kuat Memasuki Masa Endemi

Keren, Ekonomi Digital Makin Kuat Memasuki Masa Endemi
Ekonomi digital diprediksi akan terus melanjutkan kesuksesannya meski pandemi perlahan berubah jadi endemi, dan masyarakat kembali beraktivitas di luar ruangan. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

UMKM juga menjadi tulang punggung perekonomian di indonesia karena mampu berkontribusi terhadap PDB mencapai 61% dan menyerap tenaga kerja hingga mencapai 97%.

Namun, di tengah gegap gempita digitalisasi, masih banyak UMKM yang tidak bisa menggunakan teknologi. Untuk itu diperlukan sinergi pemerintah maupun swasta melakukan literasi digital.

“Saya rasa meningkatkan literasi digital masyarakat indonesia terus diupayakan baik dari pihak pemerintah, maupun swasta. misalnya pemerintah, pemangku kebijakan nya kominfo, punya literasi digital.id. pihak swasta pun spt e-commerce juga memiliki program-program yg ditujukan kepada counterpart-nya,” ujar Eisha.

Menurut dia, digitalisasi ini adalah suatu fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Sehingga, agar tidak terjadi ketimpangan yang besar, stakeholder perlu mengikutsertakan pelaku UMKM  yang saat ini dalam kondisi literasi digitalnya rendah.

Sebab, keterbatasan seperti infrastruktur digital tidak memadai, kemampuan dan skill terhadap teknologi rendah, maupun akses terhadap teknologi digital rendah karena tidak ada modal.

Pendampingan

Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan perkembangan digitalisasi UMKM banyak didorong oleh demand dan supply di luar kebijakan pemerintah, walaupun pemerintah juga turut serta.

Berdasarkan hasil survei CORE, sebanyak 70 persen pelaku UMKM mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 30% dengan tergabung dalam ekosistem digital.

Ekonomi digital diprediksi akan terus melanjutkan kesuksesannya meski pandemi perlahan berubah jadi endemi, dan masyarakat kembali beraktivitas di luar ruangan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News