Kesaksian 4 Imam Masjid Menjawab Isu Penindasan Umat Islam di Daerah Otonomi Uighur

Kesaksian 4 Imam Masjid Menjawab Isu Penindasan Umat Islam di Daerah Otonomi Uighur
Muslim Uighur di Tiongkok. Foto: Reuters

Umat Islam di Xinjiang tidak hanya Uighur, namun ada etnis-etnis di atas termasuk pula etnis muslim Hui yang memang berasal dari daratan Tiongkok sendiri.

"Kami semua bisa merasakan kebebasan beribadah dan saling menghormati antaretnis," kata Tursunbay.

Masjid-masjid tua di wilayah paling barat Tiongkok itu dibongkar untuk diperbaiki dan dimodernisasi agar aman dan nyaman digunakan.

"Masjid kami dibangun pada 150 tahun yang lalu. Pada September tahun ini direnovasi agar lebih modern dan bisa menampung 500 orang," kata Li Fengshen, imam Masjid Xiguan, Urumqi.

Demikian halnya dengan Masjid Jamik Hotan yang dibangun sejak 1848 sudah beberapa kali mengalami pemugaran.

Sekarang di masjid sudah ada berbagai fasilitas, termasuk pemanas air dan pengatur suhu ruangan, demikian Abul Hasan Tusunniyaz selaku khotib Masjid Jami Hotan.

ANTARA pernah mengunjungi masjid jamik di kota yang berjarak 1.413 kilometer dari Ibu Kota Xinjiang di Urumqi tersebut pada awal 2019.

Jumpa pers daring tersebut diikuti empat perwakilan media asing di Beijing, termasuk ANTARA, dan beberapa perwakilan masyarakat dan media lokal di Xinjiang.

Umat Islam di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang disebut-sebut mengalami penindasan dari pemerintah Tiongkok

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News