JPNN.com

Menyisipkan Dialek Kupang

Keseleo Beberapa Kali, Jokowi Tetap Disambut Riuh Ribuan Undangan

Selasa, 29 Desember 2015 – 06:17 WIB Keseleo Beberapa Kali, Jokowi Tetap Disambut Riuh Ribuan Undangan - JPNN.com

KUPANG – Ada hal menarik saat perayaan Natal Tingkat Nasional 2015 di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (28/12).

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyisipkan beberapa kalimat dalam dialek Kupang Malayu.

“Lu pung kabar karmana (kermana, red). Babae Sa?,” ucap Jokowi dalam logat Kupang yang disambut riuh ribuan undangan. Meski sempat keseleo (salah ucap, red) beberapa kali, namun justeru menambah semarak para tamu.

“Katong semua basodara,” sambung Jokowi yang langsung memberi penjelasan bahwa dirinya baru belajar bahasa Kupang, malam sebelumnya.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan rasa syukurnya karena Natal kali ini bangsa Indonesia, khususnya umat Kristiani diingatkan akan pemahaman keluarga yang tidak terbatas pada keluarga inti.

“Tetapi juga keluarga lain dalam satu kesatuan bangsa Indonesia, dalam satu kesatuan umat Tuhan,” ujar Presiden seperti dilansir Harian Timor Ekspress (Grup JPNN.com).

Untuk itu, menurut Presiden, “Kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan hidup bersama di bumi ini semakin baik, saling memberi api dan air, saling tolong menolong, saling gotong royong. Api 'ata 'ola hege, air 'ata 'ola neni',” kata Presiden seraya mengutip sepenggal pepatah masyarakat Lamaholot, NTT.

Jokowi menegaskan keluarga Indonesia, keluarga ber-Bhinneka Tunggal Ika. Dia mengatakan, kita bersyukur merayakan Natal dalam keluarga Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika, dimana leluhur bangsa Indonesia telah membuat ikrar satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan bukan satu agama.(cel/sam/fri/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...