Kesenjangan Vaksin Masalah Besar, Menlu RI Peringatkan Seluruh Dunia

Kesenjangan Vaksin Masalah Besar, Menlu RI Peringatkan Seluruh Dunia
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara pada pertemuan virtual COVAX AMC Engagement Group pada Senin (12/7/2021). Foto: ANTARA/HO-Kemlu RI

jpnn.com, JAKARTA - Menlu RI Retno Marsudi menekankan pentingnya kemauan politik untuk mendistribusikan vaksin secara merata dan memastikan pembiayaan yang memadai untuk pengiriman vaksin.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika memimpin Pertemuan ke-6 COVAX AMC Engagement Group yang berlangsung secara virtual pada Selasa (12/10).

Menurut Retno, distribusi vaksin merupakan tantangan baru setelah pengadaan vaksin tidak lagi menjadi kendala dalam penanganan pandemi COVID-19, mengingat produksi vaksin global yang sekarang mencapai 1,5 miliar dosis per bulan.

“Kita harus waspada terhadap kebijakan yang dapat mempersulit upaya untuk kesetaraan vaksin. Jadi ini tetap harus terus kita waspadai walaupun tren terus menunjukkan hal yang positif,” kata Retno ketika menyampaikan pernyataan pers secara virtual tentang hasil pertemuan COVAX AMC, Rabu.

Untuk mendorong kesetaraan akses dan distribusi vaksin, Indonesia secara konsisten menyerukan perlunya pengakuan bersama terhadap semua jenis vaksin yang telah memperoleh izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Saya juga sampaikan bahwa saling mengakui sertifikasi vaksin dapat melengkapi upaya untuk menghindari diskriminasi vaksin,” tutur Retno.

Dalam pertemuan COVAX AMC, Menlu RI mencatat beberapa perkembangan positif, di antaranya angka kasus dan kematian global yang menurun serta hampir sepertiga penduduk dunia telah mendapat dosis vaksin lengkap.

Berdasarkan data COVAX, saat ini lebih dari 3,3 miliar orang di dunia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.

Menlu RI Retno Marsudi menyoroti masih adanya kesenjangan vaksinasi yang cukup lebar dengan negara berpenghasilan rendah