Ketahui 5 Mitos Tentang Berobat ke Luar Negeri

Ketahui 5 Mitos Tentang Berobat ke Luar Negeri
Ilustrasi dokter. Foto: Pixabay

jpnn.com - Berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia, Singapura belakangan ini ke Korea, telah menjadi salah satu tren bagi warga Indonesia. Seiring dengan makin populernya tren berobat keluar negeri ini, ada beberapa mitos yang berkembang yang tidak sepenuhnya benar. Agar tak salah langkah, simak lima mitos berikut beserta faktanya:

1. Biaya berobatnya lebih mahal dibanding di Indonesia?

Faktanya: Bisa iya, bisa tidak.

Dikutip dari Medisata, perwakilan rumah sakit Malaysia dan Singapura, biaya berobat di Malaysia kurang lebih sama dengan di Indonesia. Lain cerita jika berobat di Singapura, biaya berobatnya bisa 3 kali lipat lebih mahal.

Kalau sudah tahu di Singapura mahal, mengapa tetap banyak saja orang Indonesia yang berobat ke sana? Ini masalah trust. Sebagian orang percaya bahwa Singapura lebih maju dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan.

Label inilah yang membuat orang tetap mau mengeluarkan biaya sekian kali lipat demi mendapatkan pengobatan terdepan.

2. Kalau berobat ke luar negeri pasti sembuh!
Faktanya: Belum tentu.

Semua dokter di negara manapun memegang teguh prinsip untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar pasien dapat sembuh lebih cepat. Dengan didukung teknologi medis yang lebih maju, seperti yang dimiliki rumah sakit di Malaysia dan Singapura, kemungkinan pasien bisa sembuh semakin tinggi. Tapi hal ini tidak menjamin 100% pasien bisa sembuh.

Seiring dengan makin populernya tren berobat keluar negeri ini, ada beberapa mitos yang berkembang yang tidak sepenuhnya benar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News