Ketika Anak Durhaka Kirimkan Surat Permohonan Maaf kepada Ibunya, Mengharukan...

Ketika Anak Durhaka Kirimkan Surat Permohonan Maaf kepada Ibunya, Mengharukan...
Asrof (32), terdakwa kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan korban Parsih, ibu kandungnya, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang kemarin (20/6). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG/jp

Jaksa menyatakan, hal yang memberatkan, perbuatan Asrof meresahkan masyarakat dan dia melakukan kekerasan fisik terhadap ibu kandungnya. Tidak hanya itu. Asrof juga pernah dipenjara.

Kekerasan tersebut dilakukan Asrof pada Minggu (26/2) silam. Saat itu, Parsih sedang membersihkan rumah. Tanpa sebab, Asrof yang baru pulang kerja menyalahkan ibunya.

Lantas, Parsih menanyakan maksud perkataan anak dari suami pertamanya itu. Tiba-tiba, dengan emosi Asrof mengambil kayu dan memukul ibu kandungnya. Ia kemudian membanting wanita yang sudah melahirkannya tersebut.

Belum cukup, Asrof menendang sang ibu. Perbuatan biadab Asrof terhenti saat tetangga berdatangan setelah mendengar jeritan Parsih.

Ternyata tindakan tidak terpuji Asrof belum berhenti. Keesokan harinya, dia mengambil golok dan hendak menyerang ibunya. Namun Parsih berhasil menyelamatkan diri. Asrof terus mengejar. Lantas ketua RT dan seorang polisi datang mengamankan anak durhaka tersebut. (pip/c1/ais)


Asrof, 32, menitipkan selembar surat untuk Parsih, ibunya, sebelum sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang dimulai, Selasa (20/6).


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News