Ketika Bahasa Aceh Masuk Muatan Lokal

Para Pendidik Khawatirkan Bisa Punah

Ketika Bahasa Aceh Masuk Muatan Lokal
LOKAL - Salah satu upaya menggalakkan kembali pembelajaran bahasa daerah Aceh adalah di jenjang pendidikan anak usia dini. Foto: Nicha Ratnasari/JPNN.
Tahapan lain yang diterapkan oleh sekolah dasar berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini juga memasukkan bahasa Aceh ke dalam muatan lokal. Sehingga, seluruh siswa di sekolah tersebut mau tidak mau harus mempelajari bahasa Aceh, khususnya bahasa Aceh pesisir atau bsia disebut Banda Aceh. “Kami juga memasukkan mata pelajaran Bahasa Aceh ini ke dalam ujian sekolah,” imbuh Deni yang juga didampingi oleh ketiga wakil Kepala Sekolah SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh ini.

Ujian sekolah bahasa Aceh di sini, lanjut Deni, di bagi dua bagian, yakni ujian teori dan praktek. Untuk ujian praktek, anak-anak dituntut untuk dapat mengucapkan suatu kalimat bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Aceh. Sedangkan, ujian yang paling dianggap sulit adalah ujian teori dengan menulis.

Deni menceritakan, sebagian anak-anak didiknya yang berasal dari kalangan pendatang bahkan anak-anak pejabat pemerintahan di Aceh tersebut sangat sulit untuk menulis kalimat dengan bahasa Aceh. Tak heran jika nilai bahasa Aceh di sekolah yang letaknya berdampingan dengan SMP Negeri 19 Percontohan ini cukup rendah.

"Kami akui, di sekolah kami untuk nilai bahasa Aceh cukup rendah dibandingkan dengan yang lain. Penyebabnya, karena anak-anak di sekolah kami sebagian besar pendatang. Selain itu, komunikasi di sekolah pun bahasa Indonesia  dan mereka lebih mudah untuk mengungkapkan bahasa Inggris meskipun ada pelajaran Bahasa Aceh selama 1 jam di setiap minggunya,” papar Deni.

Keberadaan bahasa ibu atau bahasa daerah di setiap propinsi di Indonesia, tentunya sangat dijaga eksistensinya. Namun, dengan perkembangan jaman

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News