Ketua BEM UI Ungkap Peretasan hingga Intimidasi Menjelang Pemilu, Ibunya juga Didatangi Orang Berseragam

Ketua BEM UI Ungkap Peretasan hingga Intimidasi Menjelang Pemilu, Ibunya juga Didatangi Orang Berseragam
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang sedang berorasi di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta, Rabu (29/11). Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jpnn.com - YOGYAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang menceritakan dugaan peretasan akunnya di media sosial, dan intimidasi yang dialami menjelang Pemilu 2024. Melki pun meyakni bahwa tidak hanya dirinya saja yang mengalami intimidasi menjelang Pemilu 2024.

Menurut Melki, hal tersebut bisa terjadi pada masyarakat yang kritis menjelang memanasnya suasana pemilihan presiden. 

"Saya dapat katakan tidak hanya saya, banyak sekali teman-teman mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang mengalami bisa dikatakan ancaman, intimidasi ataupun upaya-upaya infiltrasi," kata Melki di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/11).

Melki mengaku sebelumnya akun miliknya di WhatsApp mengalami peretasan, sehingga sempat tidak bisa diakses.

Selain itu, orang tua dan gurunya di Pontianak, Kalimantan Barat, turut didatangi oknum aparat yang menanyakan hal-hal personal.

Melki sendiri merasa tidak nyaman ketika sang ibu didatangi oleh aparat berseragam.

"Ketika saya mendengar informasi tersebut saya menelepon ibu. Rupanya benar ada aparat berseragam ke rumah tanggal 28 Oktober," ungkap Melki dilansir dari jogja.jpnn.com.

Menurut dia, aparat yang mendatangi kediamannya tersebut menanyakan beberapa hal, seperti jadwal kepulangan dirinya, komunikasi dengan orang tua hingga  kegiatan keseharian sang ibu.

Ketua BEM UI Melki Sedek Huang mengungkap dugaan peretasan hingga intimidasi yang dialami menjelang Pemilu 2024. Ibunya juga didatangi orang bersegaram.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News