Ketua DPD LaNyalla Mempertanyakan Nasib Jakarta jika Ibu Kota Dipindahkan

Ketua DPD LaNyalla Mempertanyakan Nasib Jakarta jika Ibu Kota Dipindahkan
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan Keynote Speech dalam Diskusi Interaktif Menata Jakarta Sebagai Pusat Perekonomian di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/2). Foto: Humas DPD RI

"Pertanyaan sederhananya, siapa pengusaha yang memiliki kemampuan finansial untuk membeli atau menguasai BMN di Jakarta? Yang kita semua tahu, harganya sudah pasti di kelas premium. Ini harus jadi perhatian bersama," ujar LaNyalla.

Dia juga menjelaskan, DPD RI melalui ketua Komite I saat itu dilibatkan dalam pembahasan UU IKN, tetapi beberapa catatan dari DPD tidak diakomodasi.

"Senator Pak Teras Narang terlibat dalam pembahasan di fase pertama. Namun, dalam pandangan akhir, DPD RI memberi delapan catatan kritis kepada pemerintah," ucapnya.

Yang tidak kalah penting, ujar LaNyalla, adalah perlunya memikirkan new positioning Kota Jakarta dengan matang. 

''Sejak awal, Jakarta harus menentukan mau menjadi kota kelas dunia yang seperti apa? Seperti Hong Kong, Singapura, dan Tokyo yang merupakan kota keuangan. Atau, kota budaya seperti Berlin, Copenhagen, Melbourne, Munich, Oslo, Roma, Stockholm. Atau, menjadi kota global baru, seperti Boston, Chicago, Madrid, Milan, dan Toronto," katanya.

Dalam kesempatan itu, Senator DPD RI asal DKI Jakarta Sylviana Murni, Pakar Otonomi Daerah Profesor Djohermasnyah, Mantan Anggota BPK RI Prof. Bahrullah Akbar, Ketua LKB Beky Mardani, Sejarawan Indonesia JJ Rizal, Tokoh Betawi Biem Benyamin, dan Budayawan Nasional Syamsuddin Hawsy juga hadir. (mrk/jpnn)

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta seluruh stakeholder terkait memperhatikan aset DKI Jakarta jika ibu kota dipindahkan ke Kalimantan


Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News