Ketua DPRD Sumut Korban Plot Pembunuhan

Hasil Penyelidikan Demo Maut oleh Polri

Ketua DPRD Sumut Korban Plot Pembunuhan
Ketua DPRD Sumut Korban Plot Pembunuhan
JAKARTA - Penyelidikan intensif polisi atas demo anarkis di DPRD Sumut memunculkan dugaan baru atas penyebab kematian Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat. Jika sebelumnya polisi menduga kematian Aziz pada demo 3 Februari lalu adalah penyakit jantung, kemarin mereka mengoreksi dan menyatakan bahwa tewasnya sekretaris DPD Partai Golkar Sumut itu telah direncanakan.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Susno Duadji menjelaskan, kaitan antara aksi massa dengan pembunuhan sangat jelas. Kematian Abdul Aziz akibat aksi massa yang brutal, meski dia punya riwayat sakit jantung. ''Begini, kalau tidak ada demo itu, apakah Bapak itu kejepit, dipukuli di situ, kan sampai mati karena unjuk rasa,'' ujar Susno di kantornya, Jumat (13/2).

Mantan Kapolda Jabar tersebut kemudian membeberkan beberapa indikasi yang menguatkan dugaan bahwa meninggalnya Aziz sudah direncanakan. Dalam demo maut menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) itu ada yel-yel ''bunuh saja, bunuh saja'' yang diteriakkan berulang-ulang. ''Ucapan itu bisa memprovokasi massa berbuat kekerasan,'' ungkapnya.

Indikasi lain atas dugaan pembunuhan berencana adalah adanya rapat merencanakan demo, pembentukan organisasi, penunjukan koordinator lapangan serta penanggung jawab, dan pembuatan spanduk. Ada juga yang bertugas merekrut massa dan membayar. Selain itu, massa membawa peti mati ukuran besar.

JAKARTA - Penyelidikan intensif polisi atas demo anarkis di DPRD Sumut memunculkan dugaan baru atas penyebab kematian Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News