JPNN.com

Pilkada Medan 2020

Ketua Golkar Medan Bicara Soal Peluang Menantu Jokowi Bobby Nasution

Sabtu, 14 Desember 2019 – 23:11 WIB Ketua Golkar Medan Bicara Soal Peluang Menantu Jokowi Bobby Nasution - JPNN.com
Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution (kanan) didampingi pamannya Doli S Siregar (tengah) saat mengembalikan berkas formulir pendaftaran pencalonan sebagai bakal calon Wali Kota Medan di DPD Golkar Medan. Foto: ANTARA

jpnn.com, MEDAN - Menantu Joko Widodo, Bobby Nasution telah mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan ke Partai Golkar di kantor DPD Partai Golkar Sumut dan DPP Partai Golkar pada Februari 2020.

Ketua DPD II Partai Golkar Medan, Syaf Lubis, menyatakan Bobby merupakan figur ke-16 yang mendaftarkan diri ke Partai Golkar untuk Pilkada Kota Medan 2020.

Namun, Syaf memastikan siapa pasangan bakal calon yang akan diusung tetap ditentukan DPD Partai Golkar Sumut dan DPP Partai Golkar pada Februari 2020.

“Kami hanya bisa menjaring dari 16 mungkin 10 nama ke provinsi. Dari provinsi nanti memyampaikan ke pusat,” ungkapnya sesaat menantu Presiden Jokowi itu mendaftar ke partai berlambag pohon beringin tersebut, Jumat (13/12/2019).

Syaf menjelaskan peluang Bobby sama seperti 15 pendaftar lainnya. “Nanti kita tunggu dari pusat kalau kita hanya bisa menyarankan ke provinsi dari 16 nanti kita rapat dulu hari minggu. Dari 16 tinggal 10, 10 tersebut kita kirim ke provinsi,” jelasnya.

Syaf menjelaskan jumlah 16 tersebut menandakan Golkar masih dicintai. “Ya kami tahu sampai hari ini ada 16 yang mendaftar di partai ini membuktikan partai Golkar masih dicintai dan sayangi,” ucapnya.

Dia mengatakan dari 16 yang mendaftar tersebut pihaknya percaya semua calon memiliki keinginan yang sama membangun Kota Medan. “Bagi Partai Golkar tidak ada yang lain siapapun yang dipercayakan yang diputuskan oleh DPP Partai Golkar pusat dan Sumatera Utara adalah calon wali kota yang mau membangun Kota Medan yang bisa mengubah kota Medan walaupun Kota Medan sudah baik mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik,” urainya.

Soal Bobby, dia menegaskan Golkar mempersilahkan siapa pun jadi kader partai. “Kami tidak pernah meminta beliau sebagai calon karena kami tidak ada syarat seperti itu (harus jadi kader). Kalau nanti suatu saat beliau punya keinginan, tetapi kami tidak pernah meminta beliau harus masuk harus wajib dan tidak,” jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...